batampos.co.id – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyerahkan alat rapid test, baju hazmat dan masker N95 kepada Pemko Batam.

Bantuan itu diterima secara simbolis oleh Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/10/2020).

Adapun bantuan itu sebanyak 1.250 alat rapid test, 300 baju hazmat dan 300 pcs masker N95.

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengapresiasi kepedulian semua pihak terutama PSMTI dan APINDO yang banyak membantu Batam dalam melawan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Bantuan ini secepatnya kita serahkan ke masyarakat dalam rangka melawan Covid-19,” ujarnya.

Syamsul mengaku, pihaknya terus mengumpulkan bantuan ini demi mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sehat. Bahkan, kata dia, dalam waktu dekat akan ada gerakan satu juta masker.

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, menerima bantuan dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) berupa alat rapid test, baju hazmat dan masker N95. Foto: Media center Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Kita ingin Pilkada berlangsung sukses dan sehat, tidak menjadi klaster baru Covid-19,” kata Syamsul.

Untuk semua bantuan dalam penanganan Covid-19 ini dilaporkan secara transparan melalui https://lawancorona.batam.go.id/ begitu juga dengan penyalurannya.

Dengan begitu, semua bantuan yang diserahkan melalui Pemko Batam akan tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Semua bantuan akan dikembalikan lagi ke masyarakat Batam,” katanya.

Ia menyampaikan, dalam penanganan Covid-19 di Batam banyak mendapat apresiasi karena dinilai berhasil karena mampu menyembuhkan pasien Covid-19 hingga 87 persen, di atas rata-rata nasional.

“Ini berkat kerja sama bersama dalam mencegah, menangani, hingga kepedulian semua pihak,” ujarnya.

Prestasi ini, kata Syamsul, harus dipertahankan hingga permasalahan Covid-19 di Batam benar-benar tuntas. Dengan begitu, ia berharap ekonomi yang sempat terpuruk akibat Covid-19 ini bisa kembali normal.

“Untuk itu, terus terapkan protokol kesehatan; pakai masker, jaga jarak, dan rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” kata dia.(*/esa)