batampos.co.id – Warga Kota Batam yang kedapatn melanggar protokol kesehatan (Protkes) akan langsung dirapid test.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Jefridin Hamid, mengatakan tim Gugus Tugas Percepatan
Penanganan Covid-19 akan menggiatkan razia penegakan
protkes.

Mulai hari ini, Kamis (15/10/2020) Tim Gugas akan merapid test pelanggar protkes di tempat.

”Kalau reatif langsung kita bawa ke RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi) Pulau Galang,” katanya, Rabu (14/10).

Jefridin mengatakan, langkah ini sebagai upaya menyelamat-
kan masyarakat agar terhindar dari Covid-19.

Kasat Pol PP Kota Batam, Salim, memasangkan masker kepada salah seorang anak. Mulai hari ini masyarakat yang melanggar protokol kesehatan akan langsung dirapid test dan jika positif langsung dibawa ke RSKI Galang. Foto: Salim unutk batampos.co.id

Ia menyatakan, langkah ini harus ditempuh demi memutus mata rantai penyebaran virus penyerang sistem pernapasan tersebut.

”Tidak sulit menerapkan protokol kesehatan, ini upaya kita bersama melawan Covid-19,” ujarnya.

Untuk itu, masyarakat dan semua pihak diwajibkan mengikuti protkes seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.

Menurut Jefridin, protkes ini satu-satunya cara meminimalisir risiko terjangkit Covid-19.

”Vaksinnya belum ada, hanya protokol kesehatan ini langkah kita terhindar dari Covid-19. Selain itu, tingkatkan imunitas tubuh dengan rutin berolahraga,” ucapnya.

Saat ini, penanganan Covid-19 di Batam dinilai sudah berhasil. Menurutnya, prestasi itu harus dipertahankan dengan cara, masyarakat makin sadar pentingnya protkes.

”Untuk itu, razia penegakan disiplin protokol kesehatan ini makin digiatkan. Mulai besok yang melanggar kita rapid test.”

Ia mengaku, sudah menginstruksikan tim agar lebih intens dalam merazia pelanggar protkes.

Langkah ini pula sebagai kewaspadaan dan upaya Batam benar-benar menuntaskan permasalahan Covid-19.

”Kita ingin Covid-19 ini selesai dan perekonomian Batam kembali bergeliat demi kita semua,” kata dia.

Ia pun mengungkapkan, hingga 13 Oktober 2020, sudah 1.970 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari total pasien itu, 1.665 pasien sembuh, 57 orang meninggal dunia, dan 258 pasien masih dalam perawatan.

”Secara keseluruhan penanganan pencegahan Covid-19 mendapat prestasi karena angka kesembuhan di Batam di atas rata-rata nasional,” imbuhnya.(esa)