batampos.co.id – Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengatakan, pembukaan jalur khusus dari Batam ke Singapura dan sebaliknnya, akan membantu ekonomi. Hingga saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) terkait pembukaan TCA atau RGL ini.

”Tadi pagi (kemarin, red) kami sudah rapat lagi bersama pengelola di Pelabuhan Batam Center. Poinnya masih menunggu petunjuk, kalau untuk pelaksanaan pelabuhan sudah siap,” ujarnya seperti dilansir Harian Batam Pos, Jumat (16/10).

Juknis akan mengatur pelaksanaan swab dan rumah sakit rujukan yang akan melayani mereka jika hasil tes swab positif. Begitu juga dengan lokasi pengambilan sampel swab.

”Apakah tim medis yang ditugaskan di pelabuhan atau mereka dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani tes. Kalau kami sarankan di pelabuhan saja, walaupun mereka sudah melakukan swab dari negara asalnya,” imbuhnya.

Walaupun masih dibuka terbatas untuk pebisnis, diplomat dan urusan dinas, Batam tetap ingin memastikan semua fasilitas sesuai dengan standar dan menjamin keamanan dan kenyamanan kedua negara.

”Mulai dari datang, imigrasi, dan naik serta turun kapal semua tersusun sudah. Aturannya jelas tinggal pelaksanaannya saja lagi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pertemuan itu, ada sembilan hotel yang sudah siap melayani kunjungan terbatas warga Singapura. Batam konsisten akan melaksanakan penyambutan sesuai dengan aturan yang sudah disiapkan pusat.

”Jadi saat tiba mereka akan jalani tes swab. Sambil menunggu mereka dibawa dulu ke hotel. Kalau hasil swab sudah keluar baru mereka melanjutkan kegiatan selama berada di Batam. Bahasanya bukan karantina ya, sebab hasil swab diperkirakan hanya butuh waktu tiga jam saja,” ungkapnya.

Pihaknya juga menunggu sistem e-registration melalui sistem Imigrasi yang bekerja sama dengan Telkomsel. Selain itu, pihaknya juga tengah menyusun sistem untuk memudahkan dan mendukung proses tracing yang terkoneksi dengan aplikasi yang digunakan pemerintah Singapura.

”Kalau mereka kan pakai gelang berteknologi. Sehingga bisa diketahui jejak perjalanan selama berada di Batam. Nanti kita juga siapkan sistem ini, agar memudahkan dalam proses tracing ketika ada kasus positif selama penerapan TCA atau RGL ini,” jelasnya.

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar meninjau kesiapan Harbourbay menyambut masuk orang asing dari Singapura. (foto:humaspemprovkepri)

Sebelumnya, Pjs Gubernur Bahtiar Baharuddin sudah melaporkan ke pemerintah pusat tentang kesiapan Kepri. Terutama untuk menyambut kedatangan tamu-tamu dari Singapura, termasuk dari seluruh negara. Terlebih untuk kepentingan investasi dan peningkatan hubungan antar negara.

“Saya sudah lihat kesiapan pintu masuk ke Kepri. Terutama Lagoi, Bintan dan Harbour Bay, Batam. Kita akan majukan juga untuk dibuka sebagai gerbang internasianal ke negara lain, fasilitas kesehatan sudah dicek dan siap,” kata Bahtiar, di sela-sela kunjungan ke Harbour Bay, Rabu (14/10) petang.

Bahtiar bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman memang memastikan kesiapan itu. Terutama Harbour Bay dan Lagoi. Pengecekan juga dilakukan di Pelabuhan Internasional Batam Centre.

Apalagi pemerintah pusat sudah meluncurkan Travel Corridor Agreement (TCA) bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan warga negara Singapura. Yang berlaku 26 Oktober ini. Singapura merupakan negara dengan investasi terbesar di Batam. Dengan nilai lebih dari 750 juta dolar Amerika.

Bahtiar ingin TCA itu semakin memperlancarkan aktivitas investasi ke Batam dan Kepri. Termasuk merealisasikan nilai-nilai investasi baru.

Untuk Harbour Bay dan Lagoi, Bahtiar menyebutkan daerah ini memiliki fasilitas yang bagus. Malah dalam kondisi sekarang kawasan ini mudah diproteksi.

“Sudah kami cek bersama Pak Kapolda dan satgas provinsi. Pengelola juga sudah komit untuk menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan,” kata Bahtiar.

Bahkan Bahtiar ikut memastikan standart layanan kesehatan di Kepri harus sama dengan Singapura. Memang TCA ini masih untuk kalangan terbatas, yaitu urusan bisnis dan perjalanan dinas.

Tapi, Bahtiar yakin jika TCA kedua negara berhasil, maka bukan tidak mungkin aktivitas pariwisata bisa bergairah kembali.

Untuk itu semua, Dirjen Polpum Kemendagri ini berharap dukungan seluruh masyarakat. Dukungan itu sangat mudah yaitu hanya mematuhi protokol kesehatan. “Kalau kita disiplin dan patuh, sebaran pandemi ini akan semakin sedikit,” kata Bahtiar.(*/jpg/uma)