batampos.co.id – Rangkaian seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) resmi berakhir. Selanjutnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan melakukan rekonsiliasi data bersama instansi terkait guna menentukan peserta yang berhasil lolos CPNS.

Deputi Bidang Mutasi BKN Aris Windiyanto mengatakan, saat ini tim pengolah hasil BKN sedang melakukan pra pengolahan data untuk keseluruhan instansi. Di sisi lain, masing-masing instansi juga tengah melakukan penghitungan hasil seleksi kompetensi bidang SKB) sekaligus verifikasi ulang data yang berkaitan dengan dokumen SKB.

Kemudian dilakukan rekonsiliasi hasil untuk integrasi SKD dan SKB dari BKN dan instansi terkait pada 19-23 Oktober 2020. ”Sehingga bisa diperoleh hasil valid,” tuturnya dalam temu media secara daring, Kamis (15/10).

Aris mengungkapkan, dalam penilaian nantinya, SKD dan SKB memiliki bobot yang berbeda. SKB diberikan bobot lebih besar, yakni 60 persen. Sementara, SKD 40 persen. Tujuannya, dengan hasil SKB yang lebih besar maka diharapkan mereka yang lolos memiliki kemampuan bidang sesuai dengan jabatan yang dilamar.

Kombinasi nilai keduanya kemudian akan diranking untuk mengetahui siapa yang lolos sesuai jumlah formasi yang tersedia. Lalu, bagaimana bila ada nilai sama setelah diranking? Aris mengatakan, jika terjadi nilai yang sama antara dua atau lebih peserta pada margin kelulusan, maka peringkatan diurutkan lagi dengan mempertimbangkan nilai total SKD.

Jika masih sama, maka akan dilihat hasil dari tes karakter pribadi (TKP). Apabila hasilnya tetap sama, maka diurutkan dari hasil tes intelegensi umum (TIU). ”Kalau masih sama juga maka dilihat IPK tertinggi untuk sarjana. Sementara, jika lulusan SMA/SKM, diranking dari nilai rata-rata ijazah,” papanya.

Ketika hasilnya masih buntu, maka bakal diurutkan dari usia peserta mulai dari yang paling senior. ”Tapi bersarkan pengalaman, nilai sama belum pernah terjadi untuk nilai hasil akhir. Kalau SKD banyak,” sambungnya.

Kemudian di tahun ini, lanjut dia, apabila ada formasi yang tidak terisi maka dapat diisi oleh peserta yang melamar pada jenis formasi lainnya dengan jabatan, kualifikasi pendidikan, dan unit penempatan/lokasi formasi yang sama.

Khusus untuk instansi daerah, bila masih tidak dapat dipenuhi, maka dapat diisi dari unit penempatan berbeda. Dengan syarat memenuhi nilai ambang batas SKD formasi umum dan berperingkat terbaik.

Misalnya, formasi guru SD tersedia 10 untuk penemapatan di 10 SD berbeda. Setelah perhitungan awal, hanya terisi 7 maka 3 lainnya dapat diisi oleh pelamar dari daerah lain dengan perankingan yang dilakukan.

”Setelah selesai rekonsilasi, 26-28 Oktober 2020 disampikan ke masing-masing instansi. Diharapkan, pada 30 Oktober 2020 diumumkan,” papar Aris.

Usai pengumuman, peserta diberi masa sanggah pada 31 Oktober – 3 No-vember 2020. Setelahnya, dilanjutkan pemberkasan dan pengusulan NIP dari instanasi ke BKN pada 4-30 Novemer 2020. Sehingga, pada 1 Desember 2020, SK CPNS sudah diterbitkan.

Terkait penggajian pertama, Aris mengatakan, tergantung satuan tugas. Menurutnya, penggajian dimulai ketika seseorang benar-benar sudah melalukuan tugasnya yang dibuktikan dengan surat dari pelaksana tugas.

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen menambahkan, pada pengalihan formasi kosong nantinya tidak bisa dilakukan atas permintaan untuk penempatan. Sebab, penemapatan dilakukan oleh sistem secara acak. ”tidak ada pihak yang bisa intervensi,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dimilliknya, setidaknya ada sekitar 19.732 formasi yang berpotensi kosong. Kekosongan ini terjadi lantaran taka da pelamar sejak awal dan tidak terpenuhinya ambang batas saat SKD.

”Dari jumlah tersebut, 5.866 formasi tidak ada pelamar sama sekali sejak awal,” paparnya.

Karenanya, telah dilakukan langkah optimalisasi untuk mengisi kekosongan tersebut. Yakni, mengalihkan pelamar formasi lain. Misal untuk jabatan pranata computer pertama di kantor regional XII.

Pada formasi disabilitas taka ada pelamar. Sementara, di formasi umum terdapat enam pelamar namun hanya ada 3 kursi. Maka, mereka yang diposisi keempat bisa diarahkan ke formasi untuk disabilitas. Diharapkan cara ini bisa mengisi potensi kekosongan formasi. (*/jpg)