batampos.co.id – Tingkat penularan virus corona di Kota Batam hingga saat ini masih cukup tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam melaporkan, dalam pekan kedua Oktober ini saja, telah terjadi penularan atau kasus baru Covid-19 terhadap 284 orang.

”Trennya masih tinggi. Minggu kedua Oktober ini saja rata-rata per hari kasus baru mencapai 30 orang lebih,” kata Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Minggu (18/10), seperti dilansir Harian Batam Pos.

Berdasarkan data Dinkes Kota Batam, kasus baru tertinggi terjadi di pekan ketiga September 2020, yakni mencapai 460 orang. Sedangkan pada pekan keempat turun menjadi 185 orang. Kembali turun di pekan pertama Oktober yakni sebanyak 142 kasus, dan melonjak lagi di pekan kedua Oktober.

”Kita harapkan di minggu ketiga Oktober ini bisa turun,” ujarnya.

Kepatuhan semua pihak dalam melaksanakan protkes dan protokol pencegahan Covid-19 menjadi salah satu upaya di dalam pencegahan tingginya angka kasus positif Covid-19 di Kota Batam. Terlebih lagi pada saat tatanan normal baru diterapkan, masyarakat diminta lebih sadar akan pentingnya menjaga protkes.

”Butuh kesadaran masyarakat dan kita akan selalu edukasi dan sosialisasikan pada masyarakat,” tegasnya.

Senada dikatakan Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum. Ia meminta masyarakat Kota Batam tetap mematuhi protkes. Sebab, kata dia, cara terbaik saat ini yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan mematuhi protkes.

”Karena itu gunakan masker, jaga jarak, cuci tangan harus terus dilakukan. Jika kita terus mengabaikan dan tak patuh kasus akan terus terjadi. Jadi, saya minta patuhi aturan yang ada,” tegas Syamsul.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Kota Batam kembali menyampaikan kasus positif sebanyak 116 orang. Jumlah ini merupakan hasil gabungan selama tiga hari, yaitu Kamis (15/10) sebanyak 42 orang, Jumat (16/10) bekisar 47 orang, dan Sabtu (17/10) ada 27 orang.

Hingga Sabtu (17/10), kasus positif Covid- 19 di Batam sudah menembus angka 2.136, dimana klaster karyawan swasta masih mendominasi jumlah tersebut. Dari total itu, satu dinyatakan meninggal dunia. Yang bersangkutan mengalami keluhan sesak dan batuk.

Setelah mendapat perawatan intensif di RS Elisabert Batam Kota, kondisinya memburuk. Seperti kasus-kasus sebelumnya, pemulasaran jenazah sesuai protkes Covid-19.

”Yang meninggal IRT (ibu rumah tangga) usia 63 tahun (nomor 2.039). Tim tetap melakukan tracing kepada keluarga yang bersangkutan seperti kasus-kasus lainnya,” kata Didi Kusmarjadi yang juga Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, kemarin.

Dia menambahkan, temuan baru atau klaster baru akan terus tumbuh jika tingkat kepatuhan dan disiplin di masyarakat berkurang. Bahkan, Tim Terpadu Penegakan Hukum dan Peningkatan Disipilin Protokol Kesehatan Kota Batam, masih menemukan masyarakat yang lalai menggunakan masker saat berada di luar rumah.

”Jika 3M tidak diterapkan, jumlah kasus akan terus bertambah. Kita tidak menginginkan hal tersebut. Jadi, kita imbau patuhilah protkes,” katanya. (*/jpg)