batampos.co.id – Sejak penerapan Peraturan Wali Kota Batam nomor 49 tahun 2020 terkait Penindakan Pelanggar Protokol Kesehatan kepada masyarakat yang melanggar, sedikitnya 941 warga sudah terjaring operasi penertiban.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Salim, mengatakan, jumlah yang melanggar hampir mencapai seribu orang.

Penertiban yang digelar Tim Terpadu yang terdiri dari unsur TNI/Polri, OPD, Ditpam sudah dilaksanakan di 13 titik. Lokasi yang prioritas operasi penertiban adalah pasar, tempat kuliner,
dan tempat keramaian lainnya.

“Hampir satu bulan berjalan dan jumlah pelanggar mendekati angka seribu. Kita mulai operasi akhir September lalu. Penindakan masih berupa teguran tertulis,” ujar Salim, Senin (19/10/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Selama turun di lokasi penertiban, pihaknya selalu mengimbau dan mengedukasi masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan (protkes) 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Salim mengatakan hingga saat ini pemerintah masih berusaha mengendalikan dan menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Batam.

Razia atau penertiban pelanggar ini diharapkan bisa memberikan
efek jera terhadap mereka yang tidak peduli dan abai.

Warga yang pelanggar protokol kesehatan di Kecamatan Batam Kota langsung dirapid test. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Sekarang kalau ada yang tidak pakai masker, yang kena bukan dia sendiri namun orang terdekat juga. Paling tidak pakai masker, sebab penyebaran melalui droplet itu paling mudah,” bebernya.

Tidak itu saja, bila sebelumnya pelanggar hanya didata dan diberi peringatan, maka belakangan ini mereka yang melanggar langsung menjalani rapid test.

Dari dua kali razia terakhir, didapati tujuh orang reaktif. Pelanggar protokol kesehatan yang reaktif kemudian dibawa ke RSKI Galang.

“Kami masih terus jalan. Agar bisa mengedukasi masyarakat tentang peduli terhadap protkes ini,” ujarnya.

Untuk menekan angka pasien Covid-19, pengawasan aktivitas masyarakat di tempat keramaian semakin diperketat.

Melalui operasi yustisi penguatan protkes tim dari kecamatan rutin melakukan penyisiran di lokasi pasar atau pusat perbelanjaan untuk memastikan semua yang beraktivitas di sana melaksanakan protkes.

Kecamatan Sagulung misalkan, beberapa malam terakhir ini aktif mendatangi pasar dan pusat perbelanjaan di wilayah Kecamatan Sagulung.

Pengunjung ataupun pedagang yang dijumpai tidak mengenakan masker ataupun melaksanakan anjuran protkes lainnya diberi peringatan keras. Mereka didata dan difoto agar tidak lagi lalai kedepannya.

“Masih banyak yang lalai memang, tapi terus kita peringati melalui operasi yustisi ini. Kita selalu rutin setiap ada keramaian kita datangi untuk sampaikan pesan protokol kesehatan ini,” ujar Camat Sagulung, Reza.

Untuk lebih memaksimalkan lagi penerapan protokol kesehatan, pihak Kecamatan Sagulung juga kembali menyurati pemilik usaha ataupun pengelola kawasan pusat perbelanjaan agar tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan di lokasi usaha atau bisnis mereka.

Pengunjung yang tidak mengenakan masker disarankan tidak diperkenankan masuk ke lokasi pasar atau pusat perbelanjaan.(jpg)