batampos.co.id – Tim Satgas Polda Kepri menggerebek jaringan home industry narkotika jenis sabu di salah satu apartemen di Lubukbaja. Dari apartemen dengan nomor kamar 609 tersebut, polisi mengamankan dua orang pelaku, yakni MF, 37, dan MS, 23.

Selain pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni 0,15 gram sabu sisa pakai, 1 set alat produksi, kompor, lemari es, kaca, panci, alkohol 70 persen, serta cuka.

Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman, mengatakan, penggerebekan itu dipimpin Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto pada Kamis (15/10) sekitar pukul 04.30 WIB. Jaringan ini sudah beroperasi selama sebulan belakangan. Pelaku diketahui selalu perpindah tempat untuk memproduksi sabu.

“Pelaku ini selalu berpindah tempat. Awalnya kita dapat informasi pada September lalu mereka di Batuaji,” ujar Rahman di Mapolresta Barelang, Senin (19/10).

Rahman menjelaskan, dari pengakuan pelaku, pembuatan sabu home industry tersebut baru pertama kali dilakukan. Rencananya, barang haram itu akan diedarkan di Batam.

“Itu dari pengakuan mereka, dan kita tidak mengejar pengakuan mereka,” tegas Rahman seperti dilansir Harian Batam Pos.

Dari barang bukti yang diamankan di lokasi penggerebekan, sabu yang diproduksi belum bisa diedarkan. Sebab, masih dibutuhkan tahapan penyelesaian.

“Kita juga kirim barang bukti ini ke labfor untuk mengetahui kualitas sabu ini,” ungkapnya.

Pihaknya masih mengejar satu pelaku berinisial N. N diduga sebagai pemasok bahan dan alat-alat produksi sabu tersebut. “Kita masih dalami perannya. Dari pengakuan tersangka mereka tidak mengetahui ini (produksi sabu). Mereka hanya bekerja,” tutupnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal pasal 112 jo 114 ayat 1 jo pasal 29 UU narkotika dengan ancaman pidana minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (*/jpg)