batampos.co.id – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat kurang lebih 30 kasus masalah anak sepanjang tahun 2020. Dari jumlah kasus itu diantaranya ditemukan sebanyak 15 kasus pencabulan anak.

“Termasuk semua laporan korban kekerasan fisik, korban hak hidup karena perceraian, bully, serta pendisplinan di sekolah,” ucap Ketua KPPAD Kabupaten Kepulauan Anambas, Ronald Sianipar, saat dikonfirmasi Batampos Online, Rabu (21/10/2020).

Sementara itu, menanggapi jumlah kasus kekerasan anak maupun pencabulan anak dibawah umur tersebut dirinya berharap agar setiap elemen masyarakat berkerjasama untuk melakukan pengawasan terhadap anak di Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Hal itu kiranya kedepan kasus kekerasan terhadap anak semakin bisa diminimalisir baik di tingkat desa maupun di tingkat kecamatan,” kata Ronald Sianipar.

Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah ( KPPAD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Ronald Sianipar, saat diwawancarai batampos online, Rabu (21/10/2020). (Foto : Faidillah/batampos.co.id)

Lanjut dia lagi mengatakan pihaknya berharap kepada pemerintah daerah ini dapat memberikan dukungan penganggaran dengan maksimal sesuai dengan kebutuhan lembaga KPPAD.

Tambah dia lagi mengatakan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh KKPAD di daerah ini lebih banyak melakukan penguatan lembaga melalui penyuluhan dengan bekerja sama dengan pihak desa dan kecamatan.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Kabupaten Anambas merupakan daerah kepulauan dan letak geografis daerah ini menjadi tantangan oleh pihaknya. Apalagi saat ini KPPAD belum memiliki call center.

Selama ini pihaknya hanya mendapatkan isu informasi kekerasan terhadap anak maupun pencabulan anak dari media maupun pihak masyarakat. (fai)