‎batampos.co.id – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan kembali turun ke jalan untuk menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut akan dipusatkan ke Gedung DPR. Aksi ini dilakukan saat DPR melakukan rapat paripurna pembukaan masa sidang anggota dewan.

“KSPI sudah memutuskan aksi besar-besaran secara nasional akan difokuskan dipusatkan di depan gedung DPR RI,” ujar Said Iqbal dalam konferensi persnya secara virtual di Jakarta, Rabu (21/10).

Said menyebut aksi unjuk rasa para buruh tersebut akan serempak dilakukan semua 20 provinsi. Sehingga dia menargetkan, puluhan ribu buruh akan turun ke jalan menolak Omnibus Law.

Said mengatakan, buruh yang turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa sasarannya juga sama yakni gedung-gedung DPRD di daerah.

“Secara daerah di 20 provinsi. Aksi itu akan diikuti puluhan ribu buruh,” katanya.

Said menegaskan, tujuan aksi unjuk rasa tersebut hanya satu, keiginannya yakni tolak pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja. Said berjanji aksi unjuk rasa ini tidak akan menimbulkan kerusuhan.

“Terukur artinya organisasi KSPI, terarah fokus pada persoalan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang kita tolak tidak ada kepentingan politik tidak ada rusuh, anarkis atau yang merusak fasilitas umum,” pungkasnya.(jpg)