batampos.co.id – Terminal Feri Internasional Sekupang konsisten menerapkan protokol kesehatan (protkes) yang ketat di pelabuhan dan kapal penyeberangan demi memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19.

“Dalam memerangi Covid-19, kita semua baik operator dan pengguna jasa di pelabuhan disiplin dan wajib menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” ujar pengelola Terminal Feri Internasional Sekupang, Jumarly, Rabu (21/10).

Dia mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19 hingga masa adaptasi kebiasaan baru, pihaknya konsisten menerapkan protkes dan keamanan preventif bagi pengguna jasa dan karyawan pelabuhan.

Mulai dengan penyemprotan disinfektan ruang publik, pemeriksaan suhu tubuh di pelabuhan, wajib menggunakan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, penyediaan wastafel dan cairan pembersih.

“Kita sangat konsen dalam hal keselamatan dan keamanan penumpang. Pjs Gubernur Kepri pun sudah melihat kemarin dan ia sangat mengapresiasi dan yakin kita siap membuka pelayaran internasional di tengah kondisi pendemi ini,” ungkap Jumarly.

Pelayanan penumpang, diwajibkan mendeteksi suhu tubuh penumpang menggunakan thermal scanner dan thermal gun, wajib menggunakan masker, penerapan physical distancing, dan adanya petugas operasional yang siaga melakukan pengawasan.

“Artinya kami sudah siap apabila dipercaya pemerintah untuk membuka pelayaran Batam-Singapura,” bebernya.

Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia dan Singapura telah meresmikan Travel Corridor Arrangement (TCA) atau Reciprocal Green Lane (RGL). Ketentuan itu akan mulai berlaku pada 26 Oktober 2020 mendatang.

“Pemerintah daerah sudah pasti akan siap menjalankan kebijakan pusat,” kata Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin. (*/jpg)