batampos.co.id – Pandemi Covid-19 menjadi ancaman serius untuk kesehatan masyarakat selama hampir setahun terakhir. Pemberian vaksin dinilai mampu memutus mata rantai virus mematikan ini, meski beberapa peneliti virus masih menyangsikan vaksin yang akan digunakan.

Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Raden Pardede mengatakan, pemerintah telah merencanakan pemberian vaksin untuk masyarakat. Rencana vaksinasi pun dibagi dua kelompok, yakni gratis dan mandiri alias berbayar.

”Jadi, memang vaksinasi akan dibagi dua, gratis dan mandiri,” ujar Raden Pardede secara daring dalam media workshop BPJS Kesehatan bertajuk “Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Covid-19, Kamis (22/10).

Untuk vaksinasi gratis nantinya akan difokuskan pada masyarakat menengah ke bawah. Sedangkan vaksinasi berbayar, untuk masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi atau menengah ke atas.

”Menengah ke atas, kami harapkan mereka bayar sendiri. Kami fokus pada kelompok menengah ke bawah,” terangnya.

Menurut dia, data yang digunakan untuk pemberian vaksin adalah data basis BPJS Kesehatan. Itu pun akan dilakukan filtrasi mengingat banyak pihak yang juga terdampak pandemi Covid-19 dengan pemutusan hubungan kerja (PHK).

”Dari angka yang ada di data basis, nantinya akan kami sisir lagi dan filter mana yang memang berhak dapat vaksinasi gratis. Kemungkinan peserta PBI (penerima bantuan iuran),” papar Pardede.

Diketahui total jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mencapai 221.580.743 jiwa hingga Mei 2019. Dari angka tersebut, sebanyak 32.033.542 jiwa terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen PPU swasta. Dan akhir April 2019, terdapat 265.455 badan usaha yang telah terdaftar dalam Program JKN-KIS.

Sedangkan jumlah peserta BPJS PBI yang dibiayai oleh APBN saat ini adalah 96,6 juta jiwa dan yang dibiayai APBD 35,1 juta jiwa. Sementara total jumlah peserta JKN-KIS Kantor Cabang Batam per 1 Oktober 2020 sebanyak 1.019.323 orang atau 90,86 persen dari total penduduk di Kota Batam dengan jumlah mencapai 1.121.875 jiwa.

Jumlah itu dibagi dari pembiayaan APBN sebanyak 158.701 jiwa, PBI APBD sebanyak 41.417 jiwa, pekerja penerima upah sebanyak 559.078 jiwa, pekerja mandiri sebanyak 255.899 jiwa hingga pensiunan atau veteran sebanyak 4.228. (*/jpg)