Selasa, 7 April 2026

BP Batam Jamin Distribusi Air Lebih Lancar

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menjamin masa transisi pengelolaan air bersih yang dimulai 15 November mendatang akan berjalan lancar tanpa hambatan.

Deputi IV BP Batam Anggota Bidang Pengusahaan, Shahril
Japarin, mengatakan, PT Moya akan menyiagakan personelnya
mulai 1 November mendatang.

”Moya akan kirim stafnya 260 orang mulai 1 November untuk mengantisipasi terjadinya gangguan operasi. Mereka bukanlah orang baru, semuanya berpengalaman sekian tahun sesuai yang diminta dalam dokumen tender,” ungkap Shahril, saat ditemui Batam Pos di kantornya, Jumat (23/10/2020) seperti dilansir dari Harian Batam Pos.

Masa transisi mendapat jaminan akan berjalan lancar, karena persyaratan utamanya seperti listrik, sumber daya manusia, dan sistem sudah terpenuhi.

”Mengenai listrik, kami sudah bicara dengan PLN Batam, meminta garansi agar jangan mati listrik saat transisi nanti. Sementara itu, Moya juga tengah mempersiapkan sistemnya,” paparnya.

Moya selaku operator operasional dan pemeliharaan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Batam, memiliki peran sebagai pendukung BP Batam.

Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Adhya Tirta Batam (ATB) meninjau Water Treatment Plant (WTP) Muka Kuning dan valve jaringan di central Sukajadi, Kamis (22/10/2020). Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Berbeda dengan kontrak konsesi sebelumnya selama 25 tahun yang dijalankan PT Adhya Tirta Batam (ATB), Moya hanya mendapat bagian di operasional dan pemeliharaan.

Sementara urusan monitoring, evaluasi, distribusi, dan perencanaan ke depan menjadi wewenang BP Batam, sesuai
dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 122/2015 tentang
SPAM.

”Nanti logonya tetap BP Batam, tapi di bawahnya tertulis dioperasikan oleh Moya Indonesia,” ungkapnya.

Pengambilalihan pengelolaan SPAM oleh negara, dalam hal ini BP Batam, menjadi hal yang patut diapresiasi.

Karena ketika sudah dikuasai negara, maka pola perencanaan pengelolaan SPAM akan memprioritaskan pelayanan, agar pertumbuhan ekonomi meningkat.

Lalu , jika Moya tidak mengambil peranan sebagai distributor air bersih, dari mana untungnya? Shahril menyebut skema kontrak dengan Moya, akan menguntungkan perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki Salim Group tersebut.

”Skema kontraknya beda. Apapun yang dia kerjakan, tetap mendapat untung, karena BP Batam itu bayar cash air baku ke mereka dengan harga yang sudah dipatok. Jadi, semakin besar airnya, semakin untung mereka,” jelasnya.

“Sedangkan dari sisi kita, semakin banyak dilayani, maka ekonomi akan semakin maju. Harga yang dibayar BP Batam akan dikembalikan ke pelayanan masyarakat,” ungkapnya.

Pria yang pernah menjabat Direktur Utama (Dirut) BUMN Jakarta Lloyd ini menyebut, dengan pola kerja sama seperti itu, maka tidak akan ada lagi stres area atau daerah yang tak teraliri air selama 24 jam seperti yang terjadi selama ini di Batam.

”Karena dari margin yang ada, bisa dipindahkan untuk berinvestasi di stres area,” tuturnya.(jpg)

Update