batampos.co.id – Peniadaan Passenger Service Charge (PSC) atau pas bandara membuat harga tiket di sejumlah maskapai turun drastis.

Bahkan, beberapa maskapai memberikan harga promo yang menyentuh Tarif Batas Bawah (TBB). Kebijakan ini bisa berlangsung hingga Juni 2021.

Direktur Bandar Udara dan Telekomunikasi Informasi Komunikasi BP Batam, Suwarso, membenarkan bahwa harga tiket sudah turun di beberapa maskapai.

”Ini efek dari stimulus untuk industri penerbangan dengan peniadaan PSC,” katanya, Jumat (23/10/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Suwarso mengatakan, maskapai telah merespons peniadaan PSC yang dikenal juga airport tax. Bukannya menaikkan harga tiket, malah menurunkannya hingga tarif batas bawah yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Harga tiket di libur panjang 28 hingga 31 Oktober ke beberapa daerah, lebih murah dibandingkan hari biasa. Hal ini, karena adanya kesepakatan maskapai dengan pemerintah.

”Mereka memberlakukan TBB,” sebutnya.

Suwarso mengatakan, peniadaan PSC ini berlangsung hingga 31 Desember. Namun, ada opsi apabila pandemi Covid-19 masih berlangsung dan penumpang masih stagnan, maka akan ada perpanjangan penghapusan PSC hingga Juni 2021.

Apabila pandemi terus berlangsung, pemerintah juga mempertimbangkan memberikan diskon atau stimulus terhadap tarif pelayanan jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U).

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam memeriksa surat keterangan bebas Covid-19 para calon penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam sebelum memasuki ruang check in. Saat ini harga tiket pesawat di Batam ke beberapa daerah di Indonesia mengalami penurunan. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

”Tapi pemerintah masih melihat kasus Covid-19 dan tren penumpang,” ungkapnya.

Distrik Manager Lion Air Area Batam, M Zaini Bire, membenarkan adanya promo tiket Lion Air Group ke beberapa daerah.

”Ada promo ditambah peniadaan airport tax (PSC), jadi makin murah,” ucapnya.

Ia mengatakan, promo besar-besaran ini masih akan diberikan dalam beberapa pekan ini. Masyarakat bisa mengeceknya di laman Lion Air Group atau tempat penjualan tiket baik daring
maupun manual.

”Promo paling banyak itu ke Pekanbaru dan Padang. Sedangkan ke Jakarta tidak banyak,” sebutnya.

Promo-promo yang diberikan, kata Bire, hanya untuk beberapa kursi. Sehingga, ia menyarankan masyarakat yang menemukan harga-harga tiket promo Lion Air, agar segera mem-booking
atau membelinya.

”Karena bisa saja setelah itu sudah hilang, karena sudah
diambil orang. Pantau-pantau saja terus, akan ada tiket promo yang ditawarkan. Salah satunya rute Batam ke Padang untuk 24-25 Oktober itu ada promo. Tapi tak tahu tinggal berapa seat lagi,” ucapnya.

Dari pantauan Batam Pos di laman penjualan tiket online, tiket Batam ke Palembang dijual di kisaran harga Rp 370 ribu.

Bahkan saat libur panjang mulai 28 hingga 31 Oktober, tiket dijual seharga Rp 326 ribu. Batam ke Padang, tiket dijual Rp 366 ribu. Kemudian untuk 24-25 Oktober, maskapai menjual tiket seharga Rp 263 ribu.

Lalu saat libur panjang di 29-31 Oktober dijual dengan harga Rp 323 ribu. Lalu Batam ke Jakarta, tiket dijual di kisaran Rp 409 ribu hingga Rp 469 ribu.

Batam ke Pekanbaru hanya Rp 222 ribu. Batam ke Medan dijual di kisaran Rp 374 ribu hingga Rp 434 ribu. Batam ke Surabaya dijual hanya Rp 585 ribuan.

Seperti diketahui, Kemenhub memberikan stimulus sektor penerbangan dengan membebaskan PSC untuk 13 bandara di Indonesia, salah satunya Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Ketentuan baru ini mulai berlaku Jumat (23/10) pukul 00.01 dini hari. Untuk Bandara Hang Nadim, PSC selama ini sebesar Rp 60
ribu per penumpang.

Dengan pembebasan PSC ini, harga tiket dari Batam ke daerah
lainnya lebih murah Rp 60 ribu.

Bandara lainnya yang mendapatkan stimulus PJP2U tersebut, yakni Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Kuala Namu Medan, I Gusti Ngurah Rai Bali, Yogyakarta Internasional Kulon Progo, Halim Perdanakusuma (Jakarta), Internasional Lombok, Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sam Ratulangi Manado, Komodo Flores, Silangit Siborongborong Tapanuli Utara, Blimbingsari Banyuwangi, dan Adi Sucipto Yogyakarta.(jpg)