batampos.co.id – Pada akhir pekan di pengujung Oktober, Nomadic Community Fiesta (NCF) akan kembali ditaja. Kali ini giliran Taman Rusa di Sekupang jadi tempat hajatan komunitas nomaden di 2nd weekend ini.

Selama dua hari yakni 31 Oktober – 1 November akan banyak kegiatan dan dihadiri berbagai komunitas di Batam. Empat komunitas sudah dipastikan hadir yaitu jurnalis, blogger, photografer serta komunitas sepeda onthel.

“Acaranya dibagi dalam dua sesi, Sabtu, 31 Oktober, diplot untuk para jurnalis dan bloggers ngumpul. Minggunya 1 November, giliran 50 lebih fotografer dari berbagai klub, unjuk gigi. Sepeda onthel? Mereka akan tebar pesona di kedua sesi,” jelas Edi Sutrisno, Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board, Minggu (25/10)

Hajatan komunitas nomaden di 2nd weekend kali ini, lanjutnya, format berbeda. Tak melulu jadi ajang kongkow, tapi bakal disemati Bincang Santai yang menghadirkan Plh Ketua BP Batam, Pjs Wali Kota Batam serta narasumber penting lainnya seperti Kadisbudpar Batam Ardiwinata, GM Batam View Beach Resort Anddy Fong, GM Palm Spring Golf and Country Club Steven Japari.

“Juga GM Sekupang International Ferry Terminal Jumarly, Chairman Batam Tourism Promotion Board Rahman Usman serta Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan/GM Hunian, Gedung, Agribisnis, dan Taman BP Batam,” katanya.

Taman Rusa Sekupang. (ist)

Bincang santai ini formatnya santai. Temanya tidak jauh dari Travel Corridors Arrangement (TCA) yang akan berlaku mulai 26 Oktober ini. Biar suasana makin hidup, penyelenggara menyiapkan “Nongsa Ensemble” sebagai bandul atraksi, sebuah klub musik asal kampung tua Nongsa yang paling tunak mengusung lagu-lagu Melayu.

“Kebayang, kan, sembari menghirup udara segar di bawah pepohonan rindang Taman Rusa, telinga kita disusupi alunan musik mendayu-dayu,” ujar dia

Tak hanya itu, media gathering ini akan dilanjutkan dengan fun game serta doorprize. Sementara pada Minggu, 50 fotografer akan meramaikan Taman Rusa sejak pagi. Itinerary-nya diawali dengan Photo Hunting with Talents ke sudut-sudut ikonis Taman Rusa seperti Stonehenge, Jogging Track, View Point dan terakhir di kandang rusa.

“Usai rehat acara dipungkasi ddengan Bengkel Fotografi yang bakal jadi momen rembug, sharing, dan tukar pikiran antarfotografer Batam,” ungap Edi.

Fakta Taman Rusa

Bersemayam di area Sekupang, persisnya di depan Guest House BP Batam, Taman Rusa awalnya hanyalah sebuah jogging track yang biasa digunakan para pegawai BP Batam. Menolak jadi tempat yang itu-itu saja, ia pun bermetamorfosa: memboyong 37 rusa dari Istana Bogor lalu sejak itu bersalin nama jadi Taman Rusa, sampai sekarang.

Rupa-rupa amenitas pun mulai ditancapkan di sana-sini, sypaua pengunjung betah dan punya opsi lebih, seperti playing ground, kolam ikan serta gazebo. Lainnya berwujud selfie spot dan bangku-bangku taman yang dionggokkan di beberapa titik. Belakangan, tersedia pula aktifitas interaktif: bird and rabbit feeding.

Untuk beberapa waktu, sempat dihelat live music tiap akhir pekan, termasuk iven fashion show. Ketika pandemi Covid-19 merebak, seperti juga destinasi lain di Batam, pengunjung Taman Rusa tereduksi. Namun kini, perlahan bangkit: NFC adalah bukti, Taman Rusa tak sudi menyerah! (*/uma)