batampos.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri terus mengusut kasus 3 oknum Satpol PP Pemko Batam, yang melakukan pemalakan terhadap tunawisma disabilitas, Slamet Sembiring, beberapa waktu lalu, di pertigaan UIB, Baloi.

Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto, mengaku sudah ada sembilan saksi yang diperiksa.

“Ada enam orang kami amankan. Empat diamankan Senin (19/10) malam, dua diamankan Selasa (20/10) sore. Setelah pemeriksaan, kami tetapkan tiga orang sebagai tersangka. Sedangkan tiga orang lainnya menjalani wajib lapor,” katanya, dilansir dari Harian Batam Pos, Minggu (25/10).

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah, Sp, Rz dan Ad. Sp diketahui merupakan PNS di Satpol PP. Dalam aksi pemalakan itu, Sp merupakan peran sentral. Karena, dia yang mengambil uang milik pengemis tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto, saat memberikan keterangan terkait penangkapan empat orang pelaku yang diduga melakukan pemerasan terhadap seorang pengemis. Foto: Humas Polda Kepri untuk batampos.co.id

Sedangkan Rz, honorer Satpol PP berperan sebagai sopir yang mengendarai mobil milik Dinas Sosial. Lalu, Ad, pekerja kontrak di Dinas Sosial, yang juga sebagai sopir mobil milik Dinsos. “Ad dan Rz ini bergantian jadi sopir saat terjadinya pemerasan tersebut,” ungkap Arie.

Dari pengakuan para tersangka, pemalakan sudah berlangsung dari Juli hingga Oktober 2020. Uang yang diambil dari para pegemis bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu hingga 400 ribu.

Atas perbuatannya, para tersangka diancam dengan pasal 145 Jo pasal 143 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas. “Dalam Undang-Undang itu disebutkan menghalanghalangi dan atau melarang penyandang disabilitas untuk mendapatkan haknya, dengan ancaman 2 tahun penjara. Lalu pasal 368 KUHpidana dengan ancaman 9 tahun penjara,” tuturnya.(*/jpg)