batampos.co.id – Turunnya harga tiket akibat peniadaan PSC (passanger service charge) mulai berdampak. Stimulus itu membuat masyarakat ramai keluar Batam melalui Bandara Internasional Hang Nadim. Jumlah penumpang Hang Nadim lebih banyak 350 hingga 800 orang daripada sebelum pemberlakuan peniadaan PSC.

Direktur Bandar Udara dan Telekomunikasi Informasi Komunikasi, Suwarso, membenarkan bahwa ada lonjakan penumpang, akibat turunnya harga tiket ke sejumlah daerah. “Jauh meningkat dibandingkan biasanya,” katanya, Minggu (25/10).

Ia mengatakan, dampak dari peniadaan PSC sangat terlihat. Ia memperkirakan jumlah ini terus meningkat dalam waktu dekat. Suwarso mengatakan, ada alasan kenapa dia optimistis terjadi penambahan. Karena 28 Oktober hingga 1 November ada cuti bersama.

Libur yang cukup panjang ini, tentu akan dimanfaatkan sebagian masyarakat ke luar Batam. ”Kami akan lihat di Senin (26/10) dan Selasa (27/10),” ucapnya.

Penumpang yang berangkat melalui Hang Nadim dalam dua bulan terakhir di kisaran 2.500 hingga 3.000 orang. Namun, sejak Jumat (23/10) penumpang yang berangkat tercatat 3.327 orang dan datang 2.794 orang. Sementara, di Sabtu (24/10) penumpang yang berangkat tercatat 3.840 orang. Penumpang yang datang 3.060 orang.

“Sebenarnya jumlah pesawat yang berangkat atau datang, sama dengan sebelumnya. Hanya saja, jumlah penumpangnya yang bertambah,” tuturnya.

Ia berharap animo masyarakat ini dapat terus meningkat. Sehingga kembali memulihkan bisnis penerbangan. Pemulihan ini, kata Suwarso, juga dapat mendongkrak kembali kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Beberapa tenan di bandara juga akan kembali membaik usahanya,” ucapnya.

Walaupun adanya lonjakan penumpang. Suwarso mengaku selalu memprioritaskan protokol kesehatan. Setiap orang yang memasuki kawasan Bandara Hang Nadim, wajib mematuhi protokol kesehatan; memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Kami menyediakan beberapa hand sanitizer di kawasan Hang Nadim. Lalu sebelum masuk ada pengecekan suhu,” katanya.

Suwarso menambahkan, kebijakan rapid test masih tetap berlaku hingga kini. Setiap penumpang yang memasuki terminal keberangkatan Hang Nadim, wajib memperlihatkan rapid test dengan hasil non reaktif. (*/jpg)