batampos.co.id – Deputi III Badan Pengusahaan (BP) Batam, Sudirman Saad, mengungkapkan, investor asal Hongkong dan Tiongkok akan masuk ke Batam dalam waktu dekat. Keduanya masih dalam proses negosisasi.

”Kalau dari Hongkong ingin masuk ke kawasan industri yang sudah menerapkan four point zero (4.0),” kata Sudirman, usai perayaan Hari Bhakti ke-49 BP Batam di Gedung BP Batam, Senin
(26/10/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Ia belum bisa menyebut nama dan keterangan lengkap lainnya dari dua investor asing itu. Selain investor dari Asia Timur, ia juga menyebut perseteruan antara pengelola Pulau Janda Berhias dan BUMN asal Tiongkok, Sinopec, semakin menemukan titik terang.

”Kalau dua itu bisa masuk, ditambah dengan konflik Sinopec bisa berakhir dengan damai, maka target di atas 1 miliar dolar Amerika bisa tercapai,” ucapnya.

Salah seorang pegawai BP Batam melayani masyarakat di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) di Batam Centre. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Kabarnya, kedua belah pihak memilih jalan damai.

”Sesuai dengan perjanjian, investasi kilang minyak di Janda Berhias sebesar Rp 14 triliun mestinya di akhir tahun ada ground breaking, serta proses konstruksi di bulan-bulan pertama Januari 2021,” ungkapnya.

Sedangkan, ketika melihat capaian investasi di paruh kedua 2020, Sudirman belum bisa berbicara banyak, karena datanya masih perlu disiapkan.

Tapi, berkaca dari capaian investasi di semester pertama, ia menyebut sebanyak 70 persen dari target investasi 2020 telah tercapai.

Target 2020 mencapai 1 miliar dolar Amerika, sesuai dengan target yang diberikan pemerintah kepada BP Batam.

”Sampai Juni sudah 70 persen. Untuk semester kedua, ada koreksi yang signifikan. Jadi, bukan hanya melihat data investasi dari online saja, tapi perlu juga verifikasi ke la pangan,” katanya.

Koreksi tersebut terjadi karena pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan, sehingga kemungkinan memengaruhi realisasi investasi masuk ke Batam.

Hingga Juli lalu, jumlah perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) yang memiliki izin Angka Pengenal Impor Produsen (API-P) dan Izin Usaha Kawasan yang tercatat di BP Batam adalah 1.309 perusahaan dengan total pekerja 169.265 karyawan.

Dan dari 10 negara yang paling banyak menanamkan modalnya di Batam, Singapura masih mendominasi di posisi pertama dengan nilai investasi kurun waktu 5 tahun terakhir lebih dari 1,2 juta USD.

Disusul oleh Hongkong, Malaysia, Australia, dan Prancis.(jpg)