batampos.co.id – Pemerintah Singapura sudah membuka pintu bagi warga negara Indonesia (WNI) seiring pemberlakukan Reciprocal Green Lane (RGL), dan sebaliknya Travel Corridor Arrangement (TCA) bagi warga Singapura ke Indonesia, Senin (26/10). Namun, di hari pertama belum ada WNI ke Singapura melalui pelabuhan Batam, begitupun WN Singapura yang ke Batam.

Senbagaimana dilaporkan Harian Batam Pos, di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center dari sejak pagi hingga petang, tidak ada satu pun tamu Singapura dari kalangan pebisnis atau diplomat yang datang.

Begitupun sebaliknya. Hanya petugas keamanan dan beberapa pekerja di pelabuhan yang lalu lalang. Meski begitu, siapapun yang masuk ke area pelabuhan, wajib mengikuti protokol kesehatan (protkes). Sebelum memasuki pintu pelabuhan, petugas keamanan meminta pengunjung untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

Setelah itu, petugas keamanan langsung mengecek suhu tubuh pengunjung. Pengunjung yang boleh masuk adalah mereka yang memiliki suhu tubuh normal, yakni di bawah 37,5 celcius.

Manajer Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, mengatakan, fasilitas di pelabuhan tersebut sudah siap untuk menjadi pelintasan Indonesia-Singapura oleh pebisnis dan diplomat.

”Kami sebagai pengelola hanya menyiapkan fasilitas dan kami pastinya sudah siap,” ujar Nika kepada Batam Pos, Senin (26/10).

Menurut dia, kesiapan pelabuhan tersebut dapat dilihat dari penerapan protkes, mulai dari pengecekan suhu, cuci tangan, memakai masker dan physical distancing atau jaga jarak. ”Kalau protkes sudah lama kami terapkan. Karena memang, sejak pandemi pelabuhan ini tak pernah tutup,” sebutnya.

Disinggung terkait penumpang yang masuk dalam kategori sesuai aturan TCA, pebinis dan diplomat, Nika tak tahu persis. Menurutnya, untuk penumpang yang akan berangkat dan datang, haruslah mendaftar terlebih dahulu. ”Untuk pendaftaran itu kewenangan pemerintah, kami hanya sebagai penyedia fasilitas pelabuhan,” terangnya. (*/jpg)