batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat ratusan pekerja di Batam terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Hal tersebut terjadi akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 lalu.

“Dari data yang kami terima dari perusahaan-perusahaan di Batam, ada 814 pekerja yang di-PHK dengan alasan pandemi,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Selasa (27/10/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Disebutkannya, dari jumlah pekerja yang di-PHK ini, tidak semuanya berkasus atau diselesaikan Disnaker. Hal ini ikarenakan sebagian besar dari pekerja menyelesaikan secara bipartit dengan perusahaan mereka.

Rudi menambahkan, adapun perusahan yang banyak terdampak bergerak di bidang pariwisata seperti perhotelan dan jasa perjalanan wisata atau travel.

Data Disnaker Batam, ada 332 perusahaan dengan jumlah karyawan mencapai 15.618 terdampak Covid-19.

Perusahaan yang tutup sementara ada 13 perusahaan, dan PHK
21 perusahaan.

Namun, data itu berbeda jauh dengan jumlah pekerja yang mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) di BP Jamsostek Batam Nagoya, karena sudah tak bekerja dalam kurun beberapa waktu terakhir.

Sepanjang pandemi Covid-19, pencairan JHT di kantor cabang
BP Jamsostek Batam Nagoya dan Sekupang meningkat.

Data dari BP Jamsostek Batam Nagoya, terdapat 22.537 pekerja yang mencairkan JHT hingga September.

Kepala Kantor BP Jamsostek Batam Nagoya, Eko Yuyulianda mengatakan, peningkatan pencairan JHT ini karena banyak perusahaan yang melakukan PHK.

”Saat tidak bekerja (di-PHK), banyak pekerja yang mencairkan saldo JHT-nya. Lonjakan ini pasti terjadi,” ucapnya.(jpg)