batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama pihak terkait lainnya menyiapkan sedikitnya 1.300 kamar untuk menampung pasien Covid-19. Penambahan fasilitas ini guna antisipasi adanya lonjakan pasien positif di Batam.
Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengatakan, ribuan kamar tersebut tersebar di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Rusun Pemko, dan BP Batam, hingga asrama haji yang berada di Batam Center.
”Kemarin sudah rapat bersama Pjs Gubernur dan pihak terkait untuk penggunaan fasilitas tersebut. Semua sudah ditinjau dan dinilai siap untuk menampung jika ada lonjakan pasien nanti,” ujarnya, Selasa (27/10).
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam Kembali mengumumkan 41 pasien positif Covid-19 di Kota Batam sesuai data Senin (26/10). Sebanyak 24 pasien positif masih berasal dari klaster karyawan swasta.
Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG mengatakan, penambahan kasus masih berasal dari penyisiran pasien positif sebelumnya. Klaster karyawan swasta masih menjadi penyumbang terbanyak untuk pasien positif.
”Tim kesehatan masih melakukan penyisiran berdasarkan kontak erat. Itu yang prioritas untuk memutus mata rantai penyebaran,” ujarnya.
Didi mengungkapkan, penambahan kasus yang terus terjadi ini dikhawatirkan membuat angka kasus menembus tiga ribu kasus. Gelombang penyebaran Covid-19 belum bisa diatasi sampai saat ini. Penambahan fasilitas kesehatan juga diupayakan agar bisa menampung ledakan pasien ini. Sekarang angka kasus sudah menembus 2.633 kasus.
”Karena mayoritas OTG (orang tanpa gejala), jadi sedikit terbantu. Karena kalau bergejala dan ada penyakit penyerta biasanya butuh alat bantu. Untungnya OTG yang banyak, namun tetap kami ingin tidak ada penambahan,” tuturnya.
Sejak Maret lalu, Pemko Batam, komunitas, dan pihak lainnya berupaya menyelesaikan Covid-19. Masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protkes, agar angka pasien positif bisa ditekan. Didi berharap, agar hingga akhir tahun ini ada perubahan ke arah yang baik sehingga kondisi Batam cepat pulih.
”Sekarang yang positif lebih banyak dari yang sembuh. Data terbaru yang sembuh 21 orang atau 50 persen dari total pasien yang terpapar. Ini yang harus kita ubah. Kalau bisa akhir tahun ditutup dengan angka kesembuhan yang lebih tinggi,” harapnya. (*/jpg)
