batampos.co.id – Waduk Tembesi merupakan waduk termuda yang dimiliki Kota Batam.

Waduk ini dibangun Badan Pengusahaan (BP) Batam pada 2014 dan memiliki tinggi sekitar 10 meter.

Panjang bendungan waduk Tembesi sekitar 2016 meter dengan jenis bangunan “earthfill dam”.

Earthfill dam merupakan konstruksi bangunan waduk secara artifisial yang memanfaatkan komposisi material tanah dalam sistem tampungannya.

Luas genangan Waduk Tembesi mencapai 842 hektare, serta kapasitas tampungannya sekitar 56,820 juta meter kubik.

Pompa yang berada di waduk Tembesi yang digunakan untuk mensuplai air baku ke waduk Muka Kuning. Foto: Mesaa Haris/batampos.co.id

Peresmian pompa Waduk Tembesi untuk mensuplai air baku ke Waduk Muka Kuning baru saja dilakukan oleh Plh Kepala BP Batam Purwiyanto, pada Selasa (27/2020).

Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto, mengatakan, waduk Tembesi mampu mensuplai air baku ke Muka Kuning hingga 600 liter/detik.

“Maksimum waduk Tembesi bisa mensuplai air baku ke waduk Muka Kuning hingga 720 liter/detik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Waduk Tembesi ke Muka Kuning memiliki jarak hampir 3,6 kilometer (KM). Dengan selesainya pembangunan pompa tersebut kata dia, air baku di waduk Muka Kuning yang awalnya kekurangan bisa kembali tercukupi.

Pihaknya juga akan membangun instalasi pengolahan air (IPA) di Muka Kuning dengan kapasitas 350 liter per detik.

Purwiyanto menegaskan, dengan beroperasinya waduk Tembesi dapat mencukupi kebutuhan air bersih untuk warga Kota Batam hingga lima tahun kedepan.(esa/adv)