batampos.co.id – Masyarakat diminta waspada dan harus mengantisipasi munculnya klaster baru Covid-19 di tempat wisata.

Pemerintahpun membatasi jumlah pengunjung hanya 50 persen dari total daya tampung kawasan wisata.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan, libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW berpotensi memicu kerumuman dalam jumlah besar di area wisata.

“Kami mengingatkan 28 Oktober 2020 sampai akhir minggu ini adalah libur panjang. Untuk daerah-daerah destinasi wisata, kami mohon kesiapsiagaannya untuk mengantisipasi timbulnya klaster libur panjang,” ujar Wiku seperti yang dilansir dari JawaPos.com.

Berkaca pada pengalaman sebelumnya, libur panjang terbukti berdampak pada penambahan kasus positif di tingkat nasional.

Hal ini dipicu karena terjadinya kerumunan di berbagai lokasi yang dikunjungi masyarakat selama masa liburan dan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

WIku menjelaskan, masa liburan kerap digunakan masyarakat untuk mengunjungi destinasi wisata maupun pulang kampung untuk menemui sanak saudara.

Terkait hal ini, Satgas mengimbau masyarakat untuk tetap menjauhi daerah-daerah yang ramai dikunjungi saat liburan.

Ilustrasi lokasi wisata di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Selain itu, Pemerintah Daerah diminta membatasi kunjungan di lokasi wisata, maksimal 50 persen dari total kapasitas pengunjung.

Pemda dapat bekerjasama dengan pengelola wisata, optimalkan satuan tugas daerah dan fasilitas kesehatan yang ada, terutama tracing dan screening.
“Tingkatkan kapasitas dan fasilitas testing bagi masyarakat yang melakukan perjalanan,” imbuh Wiku.

Meski begitu, masyarakat diminta untuk memprioritaskan menghabiskan waktu liburannya di rumah saja. Tidak perlu keluar rumah tanpa ada kepentingan yang mendesak.

Bagi yang bepergian karena hal mendesak sangat disarankan melakukan screening (pemeriksaan) Covid-19 sebelum berangkat dan sepulang bepergian.

“Tetaplah berkumpul bersama keluarga dirumah, serta lakukan kegiatan di lingkungan masing-masing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan),” tegas Wiku.(jpg)