batampos.co.id – PMI Kota Batam meluncurkan gerakan Peduli PMI Batam sebagai rangkaian dari bulan dana PMI, Minggu (1/11). Gerakan yang menggandeng penggiat digital di Batam ini adalah upaya mendukung keberlangsungan PMI Batam yang juga terdampak pandemi Covid-19.
Gerakan Peduli PMI Batam ini akan berlangsung selama dua bulan, terhitung sejak peluncuran 1 November hingga 31 Desember mendatang. Peluncuran secara resmi dilakukan Pjs Walikota Batam Syamsul Bahrum di kantor PMI Kota Batam. Pada kesempatan tersebut Syamsul Bahrum langsung mendonasikan Rp 10 juta.
“Untuk gerakan mulai Rp 10 ribu ini bu Dar (Sri Soedarsono, red) saya bantu Rp10 juta,” kata Syamsul Bahrum saat menyampaikan kata sambutan di hadapan Ketua PMI Sri Soedarsono.
Lebih lanjut Pjs Walikota menyatakan gerakan tersebut sangat tepat karena melibatkan semua kalangan dan pemangku kepentingan. Gerakan pentahelix yang melibatkan pemerintah, swasta, pengusaha, media massa, akademisi, masyarakat, dan lainnya.”Gerakan ini tepat sekali karena menyentuh dalam hati,” ucapnya.
Ketua PMI Batam, Sri Soedarsono mengungkapkan PMI Batam juga merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Selama pandemi, jumlah pendonor baik donor darah maupun donasi dalam bentuk uang menurun. Sementara, PMI Batam harus tetap menyiapkan darah bagi yang membutuhkan dan biaya operasional untuk kantong darah, transfusi dan penyimpanan darah.
“Kita sebenarnya keperluannya sangat banyak. Darah itu kan harus diperiksa, ada penyakitnya atau tidak, cocok atau tidak, itu yang banyak biayanya. Alat-alatnya juga butuh biaya,” papar wanita yang biasa disapa Bu Dar ini.

Bu Dar mengungkapkan setiap bulannya kebutuhan darah di Batam rata-rata dua ribu kantong. Untuk satu kantong darah saja membutuhkan biaya Rp 1 juta. “Jadi dua ribu kantong dikalikan Rp 1 juta, biaya yang dibutuhkan sudah Rp 2 miliar,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kota Batam yang juga Wakil Ketua PMI Kota Batam Asmin Patros mengatakan bulan dana PMI ini kegiatan rutin setiap tahunnya. Biasanya berlangsung selama tiga bulan. Hanya saja tahun ini sedang pandemi Covid-19 PMI Batam mengatur strategi agar tetap terlaksana dan menjangkau masyarakat luas.
“Yang tadinya konvensional menjadi satu terobosan yang gak biasa. Sesuai arahan Bu Dar, kami mengajak penggiat digital dan membuat satu gerakan,” papar Asmin.
Penggiat digital Batam yang bergabung dalam gerakan ini adalah Youtuber Batam, influencer Instagram Batam, blogger, dan lainnya. Harapannya, dengan melibatkan penggiat digital di Batam, gerakan Peduli PMI Batam dengan berdonasi mulai Rp 10 ribu ini bisa menyebar ke masyarakat.
“Hitung-hitungan sederhananya, kalau ada sertus ribu orang saja yang terpanggil untuk menyumbang masing-masing Rp 10 ribu, insya Allah angkanya sudah mencapai Rp 1 miliar,” harapnya.
Jika gerakan Peduli PMI Batam benar-benar bisa mengumpulkan Rp 1 miliar, lanjut Asmin, bisa menutupi biaya operasional PMI Batam per 1 Oktober 2020 hingga 31 Desember. (*/uma)
