batampos.co.id – Pelayaran kapal dari Malaysia tujuan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center berkurang mulai
November 2020.
Dari yang biasanya setiap hari, saat ini menjadi dua hari sekali.
Dilansir dari Harian Batam Pos, Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Mario Sihotang, mengatakan, pada bulan lalu kapal dari Malaysia datang setiap hari, meski dari daerah berbeda.
Yakni, dari Stulang Laut pada tanggal genap dan Pasir Gudang saat tanggal ganjil.
”Nah, untuk November, pelayaran dari Malaysia tujuan Stulang Laut atau sebaliknya, jadi dua hari sekali. Sedangkan
jadwal ke Pasir Gudang tetap sama,” terang pria yang akrab
disapa Erik ini.
Menurut dia, berkurangnya pelayaran kapal ke Malaysia atau sebaliknya karena Pekerja Migran Indonesia (PMI)di Stulang Laut yang akan kembali ke Indonesia menurun.
”Yang dari Malaysia rata-rata berstatus PMI, karena itu, penumpang dari Malaysialebih banyak dibanding dari Singapura,” ujar Erik.
Sedangkan untuk kapal ke Singapura, masih tetap sama, yakni dua kapal per hari.
Diakuinya, jumlah penumpang juga masih sangat sedikit.
”Untuk penumpang ke Singapura masih ada, mereka yang memiliki permit (izin). Kalau penumpang TCA (Travel Corridor Agreement) belum ada sampai sekarang, masih nihil,” imbuh Erik.
Total penumpang selama Oktober 2020, tercatat 2.275 orang. Yakni, Malaysia-Batam atau sebaliknya 1.690 penumpang, Singapura-Batam-Singaura 585 orang penumpang.
Total trip Malaysia 31 kapal, total trip Singapura 63 kapal.
”Dibandingkan September, jumlah penumpang naik. September, total penumpang hanya 2.025 penumpang. Dengan total, trip kapal 88 kali, untuk Malaysia dan Singapura. Kalau bulan Oktober, total kapal 94 trip,” pungkasnya.(jpg)
