batampos.co.id – Sektor pariwisata di Batam bisa bernapas lega. Pasalnya, sudah mendapat bantuan hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf ) yang disalurkan lewat Pemko Batam.
”Alhamdulillah, ada perhatian dari pemerintah pusat, khususnya bagi perhotelan yang bayar pajak penuh selama 2019. Bantuan hibah ini cukup signifikan,” kata Ketua Per-
himpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur, Senin
(2/11/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.
Ia menyebutkan, besaran hibah tersebut berdasarkan persentase dari pajak hotel
dan restoran yang dibayarkan setahun penuh, di tahun lalu.
”Tapi banyak indikator lainnya, seperti selama masa pandemi, apakah dapat bertahan. Kemudian apakah kotanya dapat menangani Covid-19 dengan baik, dan berbagai macam indikator lainnya,” jelasnya.
Bantuan hibah ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh hotel serta restoran yang terdampak pandemi.
”Bisa digunakan untuk menutupi pembayaran biaya-biaya yang tertunda, seperti pembayaran THR (tunjangan hari raya), gaji, listrik, dan air,” tuturnya.
Meski hibah ini berasal dari pemerintah, ada perjuangan pelaku-pelaku dunia perhotelan dan restoran di seluruh Indonesia.
”Hibah ini merupakan kabar baik, tapi di situ ada juga perjuangan dari pelaku pariwisata yang terdampak pandemi yang mengusulkan hal tersebut. Sehingga saran-saran dari kami dipikirkan dengan matang-matang oleh pemerintah,” ungkapnya.
Bantuan ini dinilai sangat bermanfaat, karena di Batam sendiri, pembukaan batas
negara antara Singapura dan Indonesia khusus bagi kalangan pebisnis belum menimbulkan dampak yang signifikan bagi sektor pariwisata.
”Regulasinya ketat dan hanya berlaku bagi pebisnis dan diplomat. Tapi kita apresiasi
para pemangku jabatan yang sudah memperjuangkannya,” tuturnya.
Ia menilai, warga Singapura juga memantau rutin perkembangan kasus Covid-19 di Batam. Jika melihat kedisiplinan masyarakat Batam yang rendah dalam menaati
protkes, kecil kemungkinan warga negeri jiran mau berkunjung.
”Kedisiplinan masyarakat juga jadi pertimbangan negeri jiran untuk membuka pintunya. Apalagi kabar mengenai vaksin juga belum jelas hingga sekarang. Jadi belum ada kepastian,” ucapnya.(jpg)
