batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menjalin kerja sama dengan Pelindo I terkait jasa pemanduan dan penundaan kapal di perairan Batam, 16 Oktober 2020 lalu.
“Badan Pengusahaan (BP) Batam bukanlah perusahaan, tetapi Lembaga pemerintah yang bertugas dalam pengelolaan pengusahaan di PulauBatam, di mana kita memberikan ruang seluas-luasnya kepada para pengusaha apakah itu dari BUMD, BUMN, maupun dari BUMS,” kata Deputi IV Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Shahril Japarin.
Sebenarnya, kerja sama ini sudah berlangsung sejak lama, tapi Japarin mengatakan kerja sama yang baru ini menekankan sinergi yang lebih terstruktur.
“Semoga hal ini menjadi awal yang lebih baik untuk ke depannya,” katanya lagi.
Sementara itu, Direktur Utama Pelindo I, Dani Rusli Utama mengatakan, Pelindo 1 akan melakukan pengembangan dari proses-proses yang ada seperti peningkatan Good Corporate Governance (GCG), implementasi IT, dan operational excellence sehingga performa operasional di Batam menjadi lebih baik.
“Kita sebagai pelayan masyarakat diharapkan mampu menurunkan total logistic cost khususnya di Batam. Kita yakin value added dari kerja sama kedua belah pihak ini bisa berkontribusi baik untuk pelayanan kepada masyarakat ke depan,” jelasnya.
Dalam kerja sama ini, Pelindo 1 akan memberikan pelayanan dan penyediaan sarana dan prasarana pemanduan dan penundaan kapal, tenaga pandu di wilayah wajib pandu di lingkungan kerja Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dengan jangka waktu selama lima tahun.
Perairan wajib pandu di wilayah Batam tersebut meliputi Batu Ampar, Kabil, Sekupang, dan Tanjung Uncang.
Dani juga menambahkan bahwa dalam kerja sama ini juga akan meningkatkan implementasi layanan berbasis IT atau digitalisasi yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.
“Ke depannya, Pelindo 1 dan BP Batam akan melakukan implementasi sistem IT untuk penyampaian data operasional yang dapat dilakukan secara real time sehingga mampu meningkatkan kecepatan pelayanan yang lebih baik serta menjalankan prinsip GCG,” ujarnya.
“Kami juga berharap adanya peluang sinergi di bidang usaha lainnya di luar kegiatan ini seperti depo kontainer, depo logistik, pengembangan pelabuhan, maupun kegiatan usaha lainnya antara Pelindo 1 dan BP Batam,”
terangnya lagi.(jpg)
