batampos.co.id – Sepekan pasca pembukaan pintu masuk dalam penerapan Travel Corridor Arrangement (TCA) atau Reciprocal Green Land (RGL), Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, masih sepi.
Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Erik Mario, mengatakan, hingga saat ini belum ada penumpang masuk
dengan persetujuan TCA atau RGL.
”Masih negatif sampai hari ini (kemarin, red). Kalau ada informasi
kedatangan dari pemegang TCA, nanti saya infokan,”
kata dia, seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.
Erik menjelaskan, sampai kemarin arus kedatangan masih dari Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki izin kerja atau work permit, seperti hari biasanya.
Untuk saat ini jumlahnya masih sama, antara 80 hingga 100 pekerja.
”Baru itu saja yang masuk. Kalau untuk kedinasan, diplomat,
dan pebisnis belum ada masuk sampai saat ini,” ujarnya.
TCA atau RGL ini, lanjutnya, dibuka untuk memberikan kemudahan kepada kedua negara.
Mengenai kesiapan pelabuhan sudah 100 persen dan tinggal menunggu kedatangan mereka pemegang izin khusus ini saja.
Implementasi perjalanan bisnis esensial atau Essential Business TCA untuk menghadapi adaptasi baru pandemi Covid-19 telah berlangsung.
Bahkan pengajuannya sejak 26 Oktober 2020 lalu. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Kota Batam, Ahmad Farchanny, mengakui belum ada WNA yang masuk ke Batam dengan fasilitas TCA.
”Di Batam belum ada, di Soetta (Bandara Soekarno Hatta, red) juga belum,” sebut Farchanny.
Untuk ruangan swab sudah disediakan pengelola Pelabuhan Batam Center maupun Nongsa.

Meskipun hingga saat ini penunjukan pelabuhan yang akan dilalui masih menunggu informasi dari pusat maupun Pemerintah
Kota Batam.
Lebih lanjut Farchanny mengatakan, mengenai peralatan medis pendukung pelaksanaan swab bagi pengguna TCA atau RGL, disediakan dari laboratorium yang ditunjuk.
”Kemungkinan besok (hari ini, red) alatnya tiba,” sebutnya.
Untuk pelaku bisnis dari Indonesia (Batam) yang akan ke Singapura, laboratorium pemeriksa PCR yang ditunjuk pemerintah adalah RS Awal Bros dan Medilab.
Untuk pelaku bisnis dari Singapura yang masuk ke Indonesia baik itu melalui Batam maupun Bandara Soekarno-Hatta, laboratorium pemeriksa PCR yang ditunjuk pemerintah adalah Indofarma (Farmalab).
Peralatan Indofarma disiapkan di pelabuhan. Sedangkan peralatan RSAB dan Medilab di tempat masing-masing.
Kepala Imigrasi Khusus Batam, Ismoyo, beberapa waktu lalu menyampaikan, masih menunggu keputusan dari pusat terkait pemberlakuan TCA bagi warga negara Singapura.
”Teknisnya kami masih menunggu,” ujarnya.
