batampos.co.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan pertalite yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Batam, mendapatkan perhatian khusus dari Pejabat Semnetara (pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum.
Ia meminta Pertamina bertanggung jawab penuh atas kelangkaan terhdapa dua jenis BBM tersebut.
“Pertamina harus bertanggungjawab penuh termasuk PT Migas yang mensuplaikan minyak dan gas,” ujarnya Rabu (4/11/2020).
Syamsul menjelaskan, saat ini ekonomi Kota Batam sudah membaik. Salah satu indikatornya adalah terjadinya peningkatan mobilitas transportasi.
“Maka pemerintah pusat seharusnya mengantisipasi, bahwa ini sudah akhir tahun. Ketika mobilitas transportasi umum, pribadi dan komersil dan lain-lainl itu meningkat. Jadi kewajiban pemerintah sebagai public service obligation atau (PSO), yaitu harus menyediakan,” tuturnya.

Ia menuturkan, jangan sampai terjadi kenaikan harga yang sifatnya tidak langsung. Karena harga yang ditentukan pemerintah itu tidak naik.
Karena langka dipasaran kata dia, akan ada penjualan BBM yang tidak pada tempatnya.
“Kalau Premium dan Petralite ditiadakan maka yang rugi pemerintah Kepri juga. Karena penerimaan pajak bermotor di kepri sekarang Rp 287 miliar itu bersumber dari pajak bahan bakar bermotor,” ujarnya.
Syamsul juga akan menindaklanjuti dan membuat satuan Intelijen untuk mengawasi pendistribusian BBM di SPBU.
“Pertama saya akan lihat keterjangkauan harga, kedua kelancaran distribusi dan ketersediaan. Yang saya tangkap minyaknya ada tapi ditribusinya belum lancar. Sebenarnya dari Pertaminapun tidak mengabaikan ini, bisa saja ini sesuatu yang tidak bisa diprediksi,” jelasnya.(nto)
