Sabtu, 28 Februari 2026

Waspada, Kasus Kriminalitas Meningkat di Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Tindak kejahatan atau kasus kriminalitas di Batam dalam sebulan terakhir terjadi peningkatan.

Beberapa kasus bahkan merupakan atensi polisi, seperti kasus pembunuhan, penemuan mayat, serta percobaan pemerkosaan.

Seperti, kasus penemuan jasad yang diduga dibunuh di TPA Telaga Punggur, Nongsa, Rabu (28/10/2020) lalu.

Jasad pria yang memiliki ciri khusus tato di lengan ini, ditemukan berlumuran darah, tangan terikat, dan kepala dibungkus karung.

”Belum diketahui identitasnya. Bagi masyarakat yang mengetahui segera lapor ke kita,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan, Seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Terkait jasad yang diduga jadi korban pembunuhan ini, Andri enggan berkomentar.

Ia menegaskan, pihaknya masih berupaya keras mengungkap kasus ini.

Ilustrasi. Personel kepolisian melakukan patroli di kawasan-kawasan rawan di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana /Batam Pos

”Masih lidik (penyelidikan),” tegasnya.

Selain kasus penemuan jasad ini, Satreskrim Polresta Barelang juga menangkap pelaku pembunuhan terhadap Anthony, Ketua RT 02/RW 18, Kaveling Baru Bida Kabil, Nongsa.

Pria 47 tahun ini tewas setelah ditikam tetangganya, Yuliadi alias Apex pada Jumat (30/10/2020) pagi.

Korban tewas setelah ditikam 4 kali tak jauh dari kediaman korban. Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian perut sebelah kiri, punggung kiri bawah dan dua di punggung kiri atas.

”Kasus ini sudah kita tangani. Dan pelakunya sudah diamankan,” kata Andri.

Sementara pada Minggu (1/11/2020) kemarin, terjadi upaya pemerkosaan yang diduga dilakukan AB terhadap PA, 17, di kawasan Marina, Sekupang.

Karena menolak, PA mengalami kekerasan dan kepalanya dicangkul dengan alat cangkul yang dibawa pelaku.

Polisi masih menelusuri keberadaan pelaku. Dengan meningkatnya angka kriminalitas ini, Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, mengimbau seluruh masyarakat Batam untuk meningkatkan kewaspadaan.

”Jangan membuka peluang atau kesempatan bagi orang lain untuk melakukan tindak kriminalitas,” kata Yos.

Kapolresta menduga, tingginya angka kriminalitas saat ini salah satunya disebabkan faktor ekonomi.

Sebab, di masa pandemi ini, segala usaha terkena dampak dan lapangan pekerjaan juga minim. Sehingga, berimbas terhadap angka kejahatan.

”Niat kejahatan itu bisa saja timbul untuk mendapatkan uang.
Karena tidak ada pekerjaan maka timbul niat,” katanya.

Yos mengaku, untuk mencegah kriminalitas ini, pihaknya sudah rutin melakukan patroli dari malam hingga pagi hari.

Patroli dilakukan di seluruh wilayah, termasuk lokasi yang dianggap rawan kejahatan.

”Selain patroli, kita lakukan pendeteksian dini dengan melibatkan anggota intel di lapangan,” tutupnya.(jpg)

Update