batampos.co.id – Setelah hampir enam bulan tutup dan menghentikan beroperasi, masyarakat di Kota Batam sudah bisa kembali menikmati pemutaran film di CGv Grand Mall Batam. Dibukanya kembali studio ini menjadi pengobat rindu dan ajang menghilangkan stres di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.
Dampak pandemi, berbagai perubahan mulai dilakukan pengelola bioskop demi memberikan kenyamanan kepada pengunjung. Hal ini tidak lepas dari upaya bangkit melawan pandemi dan menuju kehidupan yang lebih produktif.
Manager CGv Grand Mall Batam, Bori Martha mengatakan untuk memberikan kepercayaan kepada pengunjung serta mendukung program pemerintah dalam menangani Covid-19. Pihaknya mulai menerapkan aplikasi scan QR barcode CGv kepada semua pengunjung yang datang.
Pemanfaatan teknologi barcode ini digunakan sebagai sistem komunikasi satu arah, dalam mengumpulkan data pengunjung serta memberikan informasi terkait protokol kesehatan kepada pengunjung bioskop.
Pengunjung hanya memindai (scanning) kode barcode yang sudah disediakan pengelola bioskop melalui perangkat komunikasi berupa telepon pintar. Setelah itu, pengunjung akan langsung terhubung dan diminta mengisi data diri berupa nama dan nomor telepon, dan nanti akan mendapatkan konfirmasi.
“Bentuk pencegahan dini. Jadi kalau ada kasus nantinya, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bisa langsung menghubungi kontak erat dan melakukan proses penyisiran. Karena nomor telepon sudah ada jadi tinggal komunikasinya saja lagi,”
Tujuan adanya aplikasi ini adalah sebagai sarana membantu pemerintah. Melalui informasi data diri yang langsung online ke sistem milik CGv. Pemerintah akan lebih mudah menemukan jika ada kasus positif di area bioskop nantinya.
“Iya, karena sudah ada kelonggaran dari pemerintah, kami ingin masyarakat tetap terhibur namun juga sehat dan bebas dari Covid-19. Jadi aplikasi ini wajib bagi pengunjung,” ujarnya.
Lanjutnya, keberadaan aplikasi ini merupakan jaminan kepada pengunjung bioskop pastinya. Bioskop bisa kembali beroperasi dan karyawan yang dirumahkan bisa kembali bekerja. Pengelola berupaya maksimal agar bisa memanfaatkan kelonggaran ini untuk menarik pengunjung di tengah pandemi yang belum berakhir ini.
“Kalau masyarakat sudah percaya dengan upaya kami, maka mereka akan merasa aman dan mau berkunjung dan menyaksikan film favorit mereka. Otomatis kunjungan naik maka akan berdampak pada perekonomian. Sehingga hal ini menjadikan pegawai bioskop kembali produktif,” bebernya.
Sejak dibuka pertengahan Oktober lalu, kurang lebih 1.000 pengunjung yang sudah menikmati pembukaan bioskop ini. Ia berharap ke depan kondisi kembali normal, dan semakin banyak warga Batam yang menikmati waktu liburan di bioskop.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menjadikan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai tantangan pariwisata, bukan sebagai sebagai ancaman.
“Kita terus berinovasi bagaimana Batam bisa melawan dan mengendalikan virus ini,” kata Ardi.
Pembukaan kembali tempat hiburan, diharapkan bisa memberikan dampak kepada pengunjung. Beberapa waktu lalu semua tutup, sehingga pusat perbelanjaan seperti mati suri dan roda perekonomian tidak berputar. Masyarakat yang dulunya produktif menjadi pasif karena pandemi.
“Kalau semua sudah buka, artinya ada daya tarik kepada masyarakat untuk mengunjungi tempat hiburan maupun pusat perbelanjaan. Namun tetap berpedoman pada Protokol Kesehatan,” imbuhnya.
Beberapa inovasi dan upaya Batam dalam menjawab tantangan Covid-19. Beberapa inovasi tersebut seperti adanya protokol kesehatan di sektor pariwisata, membangun destinasi-destinasi wisata baru, membuat check point di Nongsa hingga rencana pemberian insentif bagi pekerja di sektor pariwisata.
“Semua kita lakukan demi kebangkitan pariwisata Batam,” ujarnya.
Tidak saja itu, pihaknya juga mendorong pelaku usaha melakukan inovasi yang bisa menarik kunjungan wisatawan Nusantara. Sektor hiburan paling banyak terdampak. Saat ini pengelola dunia hiburan sudah kembali produktif seperti bioskop CGv di Grand Mall Batam.
“Jadi yang sudah jenuh di rumah sudah bisa ke bioskop. Mereka punya sistem bagus dalam pendataan pengunjung. Sehingga membantu pemerintah dalam pengawasan dan penangangan Covid-19.
Ardi optimistis, Batam mampu mengatasi Covid-19 ini. Dengan beragam cara, saat ini Batam bahkan dinilai lebih baik dari beberapa daerah lain dan Batam sudah mendapat penganugerahan terkait penerapan tatanan kehidupan normal baru.
“Covid-19 ini tantangan, bagaimana kita bisa menanganinya,” ujar Ardi.
Untuk itu, ia mengajak semua lapisan masyarakat, khususnya pentahelik; unsur pemerintah, akademisi, pengusaha, masyarakat, serta media, untuk bersama-sama meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk kembali datang ke Batam. Ia menyebut, sejauh ini dengan kerja bersama melawan Covid-19 di Batam, sangat memberi dampak positif bagi pariwisata Batam.
“Sampai Juni, itu masa mitigasi. Nah, sekarang masa rebound atau new normal, bahkan Pak Wali (Wali Kota Batam Muhammad Rudi) mengizinkan agar lokasi wisata dibuka dan membuat 14 protokol kesehatan yang harus diterapkan, itu bahkan lebih dulu dari Kemenparekraf,” kata dia.
Selain protokol kesehatan di sektor pariwisata, juga sudah dilakukan sertifikasi bagi 121 hotel serta menempatkan petugas di dua titik check point di Nongsa yang akan dibuka awal bulan nanti. “Ini bagian dari paket kepercayaan bagi wisatawan yang hendak ke Batam,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Dinsnake) Pandemi Covid-19 sudah membuat hampir 20 ribu pekerja di sektor hiburan kehilangan pekerjaan. Penghasilan yang biasa mereka terima setiap bulan tidak lagi bisa dirasakan karena perusahan yang terus merugi sehingga berdampak pada penghentian hubungan kerja (PHK). Ribuan karyawan terpaksa dirumahkan.
Termasuk tempat hiburan seperti bioskop. Ruang studio yang biasa dipadati penonton setiap akhir pekan ini terpaksa tutup karena pemberlakuan pembatasan aktivitas yang dilakukan pemerintah.
Rudi merinci, ada lima perusahaan yang tutup saat ini akibat mewabahnya Covid-19, dan sudah ada 540 karyawan yang di PHK. Selain itu lanjut dia, ada sebanyak 7.486 karyawan dirumahkan tanpa kejelasan.
“Karyawan yang dirumahkan dengan bayaran ada sebanyak 1.987 orang. Sedangkan Karyawan yang dirumahkan tidak dibayar (unpaid leaved) di bukan April 2020 ini saja ada peningkatan sebanyak 3.543 orang. Apabila ditotal, dari bulan Maret 2020 tak kurang 13.556 orang karyawan industri kehilangan pekerjaan akibat mewabahnya virus ini.(Yulitavia)
