batampos.co.id – Bencana topan yang menerjang wilayah Filipina baru-baru ini, ternyata sangat berpengaruh terhadap curah hujan di wilayah Kepri. Bahkan, dalam waktu dekat akan ada dua topan susulan dengan jenis dan kekuatan berbeda yang diperkirakan akan menerjang kawasan itu.
Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datin) BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan pasca terjangan topan Goni di Filipina, berdampak pada curah hujan di Kepri, khususnya Batam. Intensitas hujan meningkat drastis, terlebih saat ini telah memasuki musim penghujan.
”Topan membuat tekanan udara dan membuat kumpulan awan lebih cepat, sehingga menyebabkan terjadinya hujan lebih cepat,” ujar Suratman kepada Harian Batam Pos, Rabu (4/11).
Dikatakannya, meningkatnya curah hujan akibat topan bersifat sementara. Namun, dalam waktu dekat Filipina diprediksi akan kembali diterpa topan susulan. Salah satu topan yang akan menerjang adalah topan Atsani.
”Bakal ada lagi dua topan susulan dan dampaknya juga meningkatkan curah hujan di Kepri,” terang Suratman.
Menurut dia, hujan dengan intensitas sedang hingga deras masih akan terjadi hingga awal tahun. Namun, pada bulan Desember, curah hujan diperkirakan juga akan meningkat karena memasuki musim angin utara.
”Sampai awal tahun 2021, curah hujan masih tinggi,” kata Suratman.
Selain curah hujan, lanjut Suratman, topan di Filipina juga menyebabkan gelombang laut tinggi. Terutama yang ada di wilayah Laut Cina Selatan, yakni Natuna Utara.
”Gelombang cukup tinggi untuk wilayah Natuna Utara, bisa 2,5 sampai 3 meter. Untuk Batam masih normal,” imbuh Suratman. (*/jpg)
