batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam secara rutin melakukan penghijauan di Daerah Tangkapan Air (DTA) di sekitar waduk-waduk di Kota Batam.
Baru-baru ini BP Batam bersama komunitas pesepeda menanam 100 pohon di sekitar DTA. Selain itu kegiatan serupa juga dilakukan bersama instansi terkait seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), Manggala Agni Daops Batam
Sejumlah komunitas sepeda Batam juga turut berpartispasi, antara lain BIFZA Cycling Community (BCC), Blue Bike Community (BBC), Cross Country Cycling Community (4C), dan LSM pemerhati lingkungan Batam, Beringinesia.
Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin, menyampaikan apresiasinya kepada para goweser yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon.
Menurutnya, kegiatan ini akan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan.
“Daerah Tangkapan Air (DTA) di Batam perlu dilakukan perawatan agar kondisinya semakin baik. Dan akhir tahun lalu juga kita sempat kesulitan ketersediaan air baku,” ujar Syahril.
Menurutnya, jika DTA dapat dikelola dengan baik, maka ketersediaan air baku sesuai kapasitas desainnya dapat terpenuhi.

Sehingga mencegah berkurangnya kapasitas air baku dalam waktu dekat. Selain itu, Syahril, berharap kegiatan ini akan meningkatkan kebugaran para karyawan BP Batam yang turut bersepeda.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto, menyampaikan beberapa program strategis DTA waduk yang dapat dikembangkan.
“Kami proyeksikan jumlah air baku sampai 2021 masih tercukupi. BP Batam telah menyusun opsi-opsi perencanaan pengembangan waduk di Batam dan beberapa sumber air di luar Batam, salah satunya daerah Busung,” kata Enoh.
Lebih lanjut Enoh mengatakan, pihaknya juga sedang mengkaji sumber air di Pulau Lingga dan sudah menugaskan tim khusus untuk melihat secara langsung kondisi ketersediaan air baku di sana.

“Berdasarkan hasil pengamatan, sumber air baku di Lingga tersedia hingga 2.400 liter per detik. Memang besar, namun kami harus menghitung biaya untuk menarik air dari Lingga ke Batam,” tuturnya.
“Meski demikian, akan kami jadikan opsi untuk jangka panjang ke depannya untuk Batam, dan untuk saat ini BP Batam akan fokus untuk mengoptimalkan waduk yang ada,” kata Enoh lagi.
Enoh berharap, melalui program penanaman pohon ini manfaat jangka panjangnya dapat dirasakan para generasi penerus Kota Batam di masa depan.(esa/adv)
