Jumat, 1 Mei 2026

Hikmah Terpendam Dibalik Pandemi Covid-19

Berita Terkait

batampos.co.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membeberkan hikmah yang bisa diambil dari dilaksanakannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat terjadinya pandemi Covid-19. Salah satunya mengurangi kesenjangan antar daerah.

Sebab, Indonesia merupakan negara besar yang terdiri dari pulau-pulau, maka dari itu terdapat jarak antara daerah perkotaan dan pedesaan karena infrastruktur yang belum merata. Namun, dengan adanya PJJ kesenjangan mulai bisa dipersempit jaraknya.

’’Jadi lebih sadar perbedaan daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan punya infrastruktur yang bagus. Gap itu sekarang menjadi pembelajaran terbesar untuk harus kita tutup, dalam waktu 5 tajun ke depan harus kita tutup sebanyak mungkin dan kita ciptakan kesetaraan akses,’’ ucap dia di webinar Indonesia Belajar Dari Rumah: Daring Hingga Luring, Kamis (5/11).

Lalu, hikmah yang kedua adalah kesadaran bahwa teknologi tidak bisa mengcover semua pembelajaran dari guru. Peserta didik memerlikan pendampingan langsung secara fisik oleh para pendidik.

’’Kita sadar ngga mungkin teknologi itu bisa menggantikan guru dan menggantikan pertemanan sosial yang dibutuhkan, anak-anak itu belajar dari manusia, tapi bukan melalui online saja tapi mereka juga butuh interaksi fisik untuk membangun hubungan berdasarkan kepercayaan dan empati. Itu yang kita pelajari, teknologi ada batasnya,’’ ujar Nadiem.

Pembelajaran ketiga didapat yang didapat akibat PJJ adalah orang tua memahami arti penting pendidikan. Jadi, orang tua lah yang memiliki peran penting dalam pendidikan anak.

’’Banyak sekali orang tua yang tertarik dengan pendidikan anaknya, karena mereka mulai menyadari bahwa sekolah itu bukan tempat outsource (alih daya) pendidikan anak kita, kita lah pendidik utama dan sekolah itu membantu mendukung kita. Kita harus mengambil tanggung jawab 100 persen daripada pendidikan dan pengembangan anak kita,’’ jelasnya.

Hikmah terkahir adalah betapa beratnya tantangan pada saat ini, itu akan menambah ketangguhan, ketabahan dan resiliensi warga pendidikan dalam menghadapi tantangan apapun ke depan. ’’Walaupun banyak tantangan berikutnya, itu pasti menguat, adaptibilitas, fleksibilitas dan resiliensi kita, kekuatan mental kita meningkat karena krisis ini,’’ tambah mantan bos Gojek itu.

Nadiem juga meminta agar tidak menyia-nyiakan waktu utnuk melihat hal dari sudut pandang negatif saja. Sebab, jika hanya melihat sisi buruk, manusia tidak akan melihat keindahan yang didapat setelahnya.

’’Evolusi kita sebagai manusia itu lebih cepat, gunakan waktu ini mengenali diri sendiri dengan otak yang terbuka dan tidak emosi. Kalau kita gunakan waktu ini untuk mengenal ilmu baru, mindset itu pola pikir bahwa yang terpenting adalah berevolusi di masa krisis ini,’’ tuturnya. (*/jpg)

Update