batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam masih terus berupaya membangkitkan perekonomian masyarakat yang merosot karena pandemi Covid-19. Salah satunya mendorong perekonomian namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam Azril Apriansyah, mengatakan, pemerintah Batam berupaya agar ekonomi masyarakat tetap bergerak meskipun di tengah pandemi.
Berbagai usaha dilakukan mulai dari memberikan bantuan, hingga menghadirkan inovasi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat.
“Sejak pandemi hampir semua sektor terdampak, tidak terkecuali pedagang di pasar. Karena pandemi daya beli di pasar menjadi menurun,” ujarnya, Sabtu (7/11/2020).
Selama pandemi baik pemerintah maupun swasta mencoba mendekatkan kebutuhan masyarakat melalui layanan digital. Penerapan teknologi dan inovasi dibutuhkan agar masyarakat bisa bangkit meskipun masih dihantam pandemi.
“Sangat banyak aplikasi belanja digital yang hadir. Termasuk bagi pasar tradisional. Pedagang beralih ke penjualan digital demi memasarkan semua dagangan mereka, agar dapur tetap bisa ngepul,” ujarnya.
Ia menyebutkan selama pandemi beberapa layanan pasar digital hadir, demi mendongkrak perekonomian masyarakat terutama pedagang. Dua aplikasi yang disiapkan Pemko Batam guna menggerakkan ekonomi di pasar.
Pertama Pasar Mama dan Bakulan yang menjual produk hasil petani lokal. Kedua aplikasi ini berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam.
Selain itu ada juga, aplikasi yang dikembangkan pebisnis seperti ada aplikasi Batam sayur, Toko buah season, super sayur, market Batam, Pasarloka, Online pasar Batam, Pasar Sayur, Raja ikan Batam dll, bahkan ritel-ritel besar juga melayani pesan secara online.
Menurutnya pandemi bukan berarti masyarakat menjadi malas untuk berinovasi. Kesempatan ini malah menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian yang sudah terjun bebas sejak Maret lalu karena pandemi Covid-19.

“Pandemi tidak seharusnya menjadikan kita tidak produktif, justru ini kesempatan untuk memanfaatkan teknologi komunikasi. Berbagai produk dipasarkan dan bisa diakses melalui telepon pintar, ini sangat memudahkan dan membantu. Apalagi sekarang ini masyarakat diminta menghindari keramaian,” ujarnya.
Tidak saja menghadirkan aplikasi, bahkan di tingkat RT/RW sekarang sudah menggiatkan penjualan berbagai produk melalui grup WhatsApp. Jika selama ini banyak yang memasarkan di media sosial. Saat pandemi grup WhatsApp ini lebih produktif.
“Di kompleks perumahan sekarang pada aktif menjajakan dagangan mereka. Mulai dari tanaman hias, lauk pauk, kue, perabotan dan lainnya. Banyak yang terkena PHK beralih profesi menjadi penjual makanan. Nah, mereka memasarkan di grup WhatsApp itu, dan dampaknya luar biasa. Jadi pengangguran bukan berarti pasif namun lebih produktif,” ujarnya.
Media sosial kata dia, sangat berperan dalam pengembangan usaha saat ini. Apalagi di tengah pandemi tidak sedikit orang yang beralih profesi, dan berdagang menjadi salah satu yang paling banyak dipilih.
“Jadi cukup di perangkat telekomunikasi kebutuhan bisa terpenuhi,” ujarnya.
Gustian Riau, Kepala Disperindag Batam, menambahkan, selama pandemi Covid-19 transaksi perbelanjaan di pasar tradisional mengalami penurunan cukup drastis.
Aplikasi Pasar Mama, untuk menggerakkan perekonomian sekaligus membantu pedagang pasar.
“Cukup berbelanja melalui aplikasi Pasar Mama, warga bisa mendapatkan kebutuhan bahan pangannya dengan tetap berada di rumah di tengah pandemi Covid-19,” kata dia.

Masa pandemi mayoritas masyarakat mengurangi aktivitas di rumah, termasuk mengunjungi pasar. Gustian menjelaskan meski pemerintah sudah membuat kebijakan jaga jarak atau social dan physical distancing, masih banyak saja warga yang berkerumunan di pasar. Akibatnya, pasar menjadi salah satu klaster dalam penyebaran Covid-19.
“Aplikasi ini untuk memudahkan masyarakat agar tidak perlu berbelanja ke pasar, cukup lewat aplikasi,” jelas Gustian.
Harga yang ada di aplikasi, menurut Gustian, sama dengan yang ada di pasar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam. Dengan artinya harga yang ditawarkan adalah harga distributor.
“Aplikasi ini melayani seluruh masyarakat di sembilan kecamatan mainland di Kota Batam. Jadi tak ada istilah terlalu jauh, tetap dilayani”, pesan dia.
Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa membeli kebutuhan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, hingga sayur mayur. Kemudian, pembayaran bisa dilakukan dengan beberapa pilihan metode. Antara lain sistem transfer debit, kartu kredit, atau dengan GoPay.
Barang belanjaan akan dikirim dengan layanan dari Gojek. Masa promosi, konsumen yang berbelanja lebih dari Rp240 ribu melalui aplikasi GoPay, akan mendapatkan gratis ongkos kirim.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi berharap protokol kesehatan bisa lebih optimal dijalankan dengan adanya pasar daring ini.
Ia juga berpesan agar pengelola pasar tidak memikirkan keuntungan terlebih dahulu. Tapi lebih fokus kepada upaya penanganan Covid-19.
“Kepada Pasar Mama saya titip, jaga kebersihan, kita ingin hilangkan virus ini. Ini pasar tradisional tapi dengan konsep yang sesuai protokol kesehatan. Ayo kita dukung, mudah-mudahan dalam tiga bulan bisa selesai,” pungkas saat itu.(Yulitavia)
