batampos.co.id – Jelang akhir tahun, sejumlah harga komoditas bahan pangan di Batam naik hingga 30 persen.
Hal itu membuat warga Batam, terutama ibu rumah tangga, menjerit.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengakui kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut.
Menurut dia, kondisi itu terjadi lantaran ongkos pengiriman bahan pangan dari daerah penghasil menuju Batam, juga mengalami kenaikan.
“Naiknya hampir Rp 2 juta sekali kirim,” kata Gustian Riau, seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Menurut dia, distributor sempat mengeluhkan kenaikan ongkos kirim tersebut, baik menggunakan transportasi laut hingga udara.
Namun, pihaknya belum bisa memberi solusi atas kenaikan ongkos kirim.
“Subsidi ongkos belum bisa, karena itu swasta. Harus ada aturan yang jelas kalau soal itu,” katanya.
Langkah yang bisa dilakukan pihaknya untuk mengendalikan harga komoditas bahan pangan, adalah mendatangi daerah penghasil.
Pihaknya juga meminta kerja sama distributor mencari harga yang lebih murah.
“Insya Allah minggu depan kami akan ke beberapa lokasi di Jawa, seperti Kediri. Nanti minta MoU (Memorandum of Understanding/ nota kesepahaman) untuk pengiriman bahan-bahan pokok, dan memberi harga murah.”
Sementara untuk harga, lanjut dia, tak bisa dikendalikan oleh Pemko Batam. Sebab, Batam bukan daerah penghasil.
“Untuk harga naik kan memang dari daerah asal, namun kami upayakan mengendalikan agar tak terlalu tinggi,” pungkas Gustian.(jpg)
