batampos.co.id – Pemkab Kepulauan Anambas mengkarantina pasien Covid-19 di salah satu resort terbaik.
” Sekarang kita karantinakan pasien Covid-19 di Dive Resort yang terletak di Tanjung Kumbik Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur,” kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Anambas, Sahtiar, Selasa (10/11/2020).
Sahtiar, mengatakan pihaknya menyiapkan tempat karantina tersebut agar pasien itu merasa lebih aman dan nyaman saat beristirahat.
Selain itu kata dia, ruang isolasi pasien konfirmasi Covid-19 di RSUD daerah ini masih terbatas.
Sahtiar menjelaskan, pada selasa (10/11/2020) ada kasus baru konfirmasi Covid-19.
“Hari ini bertambah satu orang, berinisial G.P (22) atau kasus nomor 08, dia merupakan personel Polres Anambas,” jelasnya.
G.P dinyatakan konfirmasi Covid-19 setelah dilakukan pengambilan swab Covid-19 kedua kalinya.
Kasus nomor 08 itu memilki kontak erat dengan kasus nomor 7 yang juga personel Polres Anambas.
Saat ini jumlah pasien konfirmasi Covid-19 yang dikarantina di resort berjumlah 6 orang dengan kapasitas untuk 12 orang. Kini kondisi kesehatan pasien tersebut mulai membaik.
“Kemudian 2 orang lagi di RSUD Palmatak, total jumlah kasus konfimasi Covid -19 di Kabupaten Kepulauan Anambas, sebanyak 8 orang,” paparnya.
Sementara itu Direktur UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palmatak, drg. Windra Agus Yulianto, Sp.KGA, mengatakan jumlah ruang isolasi konfirmasi Covid-19 di RSUD Palmatak hanya ada 3 ruangan dengan total 4 tempat tidur.
Saat ini lanjutnya, pelayanan kesehatan di RSUD Palmatak masih dihentikan sementara hingga 15 November 2020.
“Namun yang baru dibuka pelayanan emergency UPT RSUD Palmatak, ” kata dia.
Sementara itu, Direktur UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa, dr. Rini Gumala mengatakan, pihaknya menyediakan 4 ruangan isolasi bagi pasien Covid-19.
Selain itu untuk pelayanan di RSUD Tarempa hanya melayani emergency di (UGD) dan lanjutannya jika dirawat inap.
“Poli tidak ada karena poli untuk RS, terdiri dari poli-poli spesialistik, sebab RSUD Tarempa tidak punya dokter spesialis. Namun dokter spesialis adanya di RSUD Palmatak,” ujarnya.
Lanjut dia lagi mengatakan terkait hal itu jika lanjut penanganan spesialistik, pihaknya rujuk ke RSUD Palmatak atau ke RS di Tanjung pinang dan RS di Kota Batam karena Ferry masih jalan untuk transportasi laut, jelasnya.(fai)
