Selasa, 12 Mei 2026

Gerakan 5 Juta Masker di Kepri Terbesar se-Indonesia

Berita Terkait

batampos.co.id – Provinsi Kepri meluncurkan Gerakan 5 Juta Masker untuk mewujudkan Pilkada Sehat tahun 2020. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengatakan, peluncuran Gerakan 5 Juta Masker untuk masyarakat di Kepri ini, terbesar di Indonesia.

Dia berharap, kegiatan itu dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam melindungi dirinya. Pada saat peluncuran, Selasa (10/11) di Batam, Tito hadir bersama istrinya yang juga Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnivan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sendiri melaporkan, walau ditargetkan 5 juta masker, namun laporan terakhir terkumpul 6,29 juta masker. ”5 juta masker ini merupakan yang terbanyak dibagikan sampai saat ini,” kata Tito.

Masker itu sendiri terkumpul dari bantuan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Temasek Singapura, Konjen Singapura, pemerintah daerah, TNI, Polri, ASN, BUMN, dan dari unsur masyarakat Kepri. Selain itu, berbagai pihak yang berkontribusi, antara lain Amtek Engineering, Henalux, Sat Nusapersada, Bintan Alumina Indonesia (BAI), Bank Indonesia, Bank Riau Kepri, Bank Syariah Riau Kepri, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Batam, dan BRI.

Juga dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Consulat General of Republic Singapore, PT Taspen, Direktorat Oblik Kemenkes, Satgas Covid Nasional, bantuan dari Republik Rakyat Tiongkok, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepri, World Health Organization (WHO) melalui Kemenkes.

Mereka turut serta memberikan kontribusi secara swadaya, dengan menyumbangkan ribuan masker. Tidak hanya masker, bantuan yang diberikan juga dalam bentuk hand sanitaizer, face shield hingga bantuan alat rapid test.

”Program masker ini sangat penting. Ini bagian pengendalian Covid-19. Saat melantik Pjs Gubernur (Kepri), saya sampaikan ini. Saya sampaikan (tugas utama) menjaga agar Pilkada aman dan lancar. Kemudian pengendalian Covid-19,” ungkap Tito.

Pada kesempatan itu, Tito juga mengingatkan bahwa dunia tidak hanya krisis kesehatan, namun sudah multidimensi. Dampak Covid-19 sudah mengganggu ekonomi dunia, termksuk Indonesia. Sehingga setiap kepala daerah diminta menyelesaikan krisis multidimensi. Tidak cukup hanya fokus pada penanganan Covid-19.

Karena itu, dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran, harus berorientasi pada stimulus ekonomi juga, serta untuk bantuan sosial. ”Itu harus dikoordinasikan ke DPRD. Alokasi juga, tidak hanya fokus pada Covid,” ujar Tito mengingatkan.

Diakui, Kemendagri dan Kementerian Keuangan, merumuskan relokasi dan refocussing anggaran. Sehingga anggaran digunakan kepala daerah untuk menyelesaikan krisis multidimensi. “Kita harus memperhatikan perekonomian, walau yang utama kesehatan.”

Sementara Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin, melaporkan kepada Tito terkait program 5 juta masker di Kepri. Ketua Umum PKK, Tri Tito Karnavian, diminta meluncurkan Gerakan 5 Juta Masker, dengan harapan agar masyarakat semakin sadar memperlengkapi diri dengan masker. ”Dengan digelar kegiatan pada Hari Pahlawan, untuk bisa meneladani pejuang untuk berjuang melawan Covid-19,” kata Bahtiar.

Gerakan 5 Juta Masker digelar karena kesadaran masyarakat Kepri untuk menggunakan masker belum seperti yang diharapkan. “Itu yang menginspirasi kami untuk melakukan kegiatan ini. Harus didorong kesadaran masyarakat untuk menyiapkan masker,” jelas Dirjen Polpum Kemendagri ini.

Disampaikan juga soal komitmen bupati dan wali kota se-Kepri untuk penanganan Covid-19. Di antaranya, dengan penyediaan laboratorium polymerase chain reaction (PCR). Dimana, saat ini sudah diresmikan laboratorium di RS Ahmad Tabib Tanjungpinang.
Kemudian, satu alat untuk laboratorium dikirim ke Karimun.

”Kami juga sudah tegaskan tidak tanda tangan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), jika tidak ada lab PCR. Jadi, sudah ada komitmen Batam untuk lab di RSUD Embung Fatimah. Natuna dan Anambas juga sudah punya lab, walau masih hijau (kabupaten baru). BP Batam juga sudah komitmen membuat lab di RSBP Batam,” kata lelaki kelahiran Bone ini.(*/jpg)

Update