batampos.co.id – Sosiolog dan Pengajar Vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan, tak jarang industri lebih memilih mempekerjakan lulusan dari daerah dan perguruan tinggi luar negeri. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2018-2019 terkait pandangan industri pada lulusan perguruan tinggi.
“Mereka lebih mau memperkerjakan anak daerah dan anak Indonesia yang lulusan luar negeri,” ungkap dia dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Panja Peta Jalan Pendidikan secara virtual bersama Komisi X, Rabu (11/11).
Namun, apa alasan pelaku industri lebih memilih mereka yang lulusan daerah dan luar negeri?
Pada survei tersebut, dikatakan salah satu alasannya adalah karena kemandirian atau kinerja lulusan luar negeri yang lebih tinggi dibandingkan pendidikan tinggi di Indonesia. Misalnya, ungkap Devie, Mereka itu punya etos kerja yang luar biasa.
Ketika mereka minta gaji Rp 10 sampai Rp 15 juta, maka memberikan produktivitas yang sama dengan orang yang gajinya setaraRp 20 juta sampai Rp 25 juta. “Beda kalau lulusan Indonesia yang menilai dirinya terlalu tinggi, tapi mereka tidak mampu memberikan yang semestinya pada nilai gaji yang diberikan pada mereka,” tambahnya.
Selain itu, jalan pemikiran lulusan pendidikan Indonesia tidak sesuai dengan dunia industri yang memerlukan ketekunan dalam bekerja. Sebab, yang ditampilkan lulusan saat ini adalah game mindset, yaitu tidak menyelesaikan pekerjaan sampai akhir. Sehingga ketika ada masalah, mereka akan berhenti melakukannya atau tidak mencari solusi lain.
“Itu terwujud dalam karakter mereka di industri dan ini lah yang menjadi para industri lebih memilih mempekerjakan anak-anak Indonesia lulusan luar atau dari daerah, mereka itu lebih memiliki determinasi yang jauh lebih tinggi,” ungkapnya.
Selain itu, generasi saat ini juga tidak bisa dituntut untuk bekerja cepat. “Memang generasi ini menuntut fleksibilitas yang lebih tinggi, mereka tidak suka diawasi dan deadline yang padahal menjadi DNA industri, lalu kepercayaan diri yang terlalu tinggi,” pungkas Devie.(jpg)
