batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Moya Indonesia memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Batam tidak akan terganggu setelah konsesi dengan PT ATB berakhir pada Sabtu (14/11/2020).
Direktur Utama (Dirut) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam, Sutedi Raharjo, mengatakan, pada masa transisi pihaknya akan melakukan apa yang sudah dijalankan oleh PT ATB.
“Kita transisi selama enam bulan, kita berprinsip bahwa apa yang ada sekarang dan dilakukan oleh penyelenggaran SPAM sebelumnya minimal kita akan buat seperti itu,” jelasnya, Jumat (13/11/2020).
“Hal yang paling penting, masyarakat kami upaya untuk tidak menerima efek perubahan itu dan seluruh merchant-merchant pembayaran tetap kita lakukan kerjasama. Misalnya bisa (bayar,red) di Alfamart kita juga bisa,” tutur lagi.
Terkait pelayanan di beberapa daerah kritis, pihaknya telah melakukan peninjauan di lokasi.
“Kita sudah ke lokasi dan sudah kita petakan kita akan sama-sama review kembali dengan tim teknis BP Batam dan akan coba untuk meningkatkan (peyanan,red),” paparnya.
Kata dia, peningkatan pelayanan di daerah krisis air potensinya masih ada. Karena ketersediaan air baku dan instalasi menuju kawasan tersebut sudah ada.

“Pasca 15 November nanti, kita upayakan untuk bisa terlayani dengan baik lagi,” jelasnya.
Pihaknya juga telah siap untuk mengoperasikan sistem General Information System (GIS) dan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA)
“Nanti tanggal 15 November 2020 pukul 00.00 WIB kita tinggal jumper saja. Hari ini tim kita sudah full dan ada di Asrama Haji,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tim back up disiapkan jika Eks pegawai PT ATB nanti tidak bergabung dengan pihaknya.
“Kita harapkan dengan dukungan semua dan kita harapkan proses take over ini bisa berjalan sebaik mungkin,” paparnya.
Pelaksana harian (Plh) Kepala BP Batam, Purwiyanto, mengatakan, penandatangan pengakhiran konsesi antara BP Batam dengan PT ATB berjalan lancar. Bahkan kata dia, ATB siap 24 jam membantu bila diperlukan.
“Dengan diserahkannya pengelolaan dari ATB ke BP dan BP menyerahkan kepada PT Moya untuk mengoperasikan dan pemeliharaan,” tuturnya.
Ia menekankan, pelayanan kepada masyarakat akan tetap terjaga dan bahkan ke depan diharapkan dapat meningkat.
Namun, pihaknya berharap masyarakat untuk sama-sama menjaga waduk sehingga kualitas air baku dapat terjaga.
“Restra (rencana strategis,red) kami di 2021-2024 adalah fokus masalah penyediaan air baku dan kami berharap dukungan dari semua pihak agar bisa terlaksana. Karena air ini selain untuk masyarakat juga untuk investasi,” katanya.
BP Batam kata dia, yakin pelayanan pendistribusian air setelah pengakhiran konsesi dengan PT ATB tidak akan terganggu dan berharap dapat lebih maju.
Sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kota Batam.
“Semua aset-aset penting untuk menjalankan SPAM sudah diserahkan semua,” jelasnya.
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, sleuruh aset yang diserahkan kepada BP Batam dalam kondisi sangat baik.
“Yang paling penting adalah, kita memberikan seluruh fasilitas ini (aset,red) dalam keadaan berfungsi dengan baik untuk dioperasikan,” ucapnya.(esa)
