batampos.co.id – Sebanyak 500-an permohonan sambungan rumah yang telah membayar kepada PT Adhya Tirta Batam (ATB) agar disuplai air bersih, akan dilanjutkan oleh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam dalam hal ini PT Moya Indonesia.
Direktur Utama SPAM Batam, Sutedi Raharjo, mengatakan, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan tim teknis BP Batam dan PT Moya Indonesia.
“Ini (permohonan sambungan rumah,red) memang ada dan yang membayar sekitar 500 sampai 600-an. Kami akan proses dan kami komit dengan BP Batam yang sudah dibayar pelanggan dan itu adalah hak pelanggan itu akan kita teruskan,” jelasnya, Jumat (13/11/2020).

Pihaknya akan melakukan pendataan ulang terkait permohonan sambungan rumah tersebut setelah mulai Minggu (15/11/2020).
“Semua pelanggan yang sudah memenuhi kewajibannya oleh penyelenggara SPAM yang lama, akan kami teruskan. Jadi tidak ada dulu bayar ke ATB terus bayar lagi ke Moya itu tidak ada,” tuturnya.
Ia menegaskan BP Batam dan PT Moya Indonesia sepaham dan sepakat untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
“Masyarakat tidak akan merasakan (gangguan suplai air,red) dari peralihan ini,” tegasnya.(esa)
