batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Adhya Tirta Batam (ATB) resmi mengakhiri konsesi.
Pengakhiran ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Pengakhiran konsesi ATB-BP Batam pada Jumat (13/11/2020).
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, penandatanganan berjalan lancar dan semuanya telah sesuai dengan apa yang disepakati oleh ATB dan BP Batam.
“Dan juga yangs udah didiskusikan dari rangkaian-rangkaian yang begitu panjang selama ini,” ujarnya, Jumat (13/11/2020).
Ia menjelaskan pada pertemuan tersebut PT ATB berharap agar kedepan pelayanan yang dijalankan oleh BP Batam bersama PT Moya Indonesia, setidaknya bisa sama dengan apa yang telah dilakukan pihaknya.
“Atau mungkin bisa lebih baik lagi dari yangs udah dijalankan oleh ATB. Mengapa karena Batam ini adalah daerah tujuan investasi,” tuturnya.
Sehingga kata dia, jangan sampai dalam memberikan pelayanan menjadi mundur.
“Ya, minimal sama,” tuturnya.

PT ATB kata dia, mengucapkan terima kasih kepada BP Batam yang selama ini sudah bekerjasama dengan PT ATB selama 25 tahun dan telahd iberikan kepercayaan untuk memberikan pelayanan kebutuhan air bersih kepada masyarakat Kota Batam.
“Tentu silahturahmi ini akan tetap kami jaga,” paparnya.
Maria menjelaskan, kesepatakan yang disampaikan pada pengakhiran konsesi sudah sesuai hak-hak yang sudah didiskusikan antara BP Batam dengan PT ATB.
Sebelumnya kata dia, ada beberapa kesepakatan terkait hak-hak berdasarkan perjanjian konsesi belum dapat titik temu.
“Tapi hari ini sudah ditandatangani berita serah terima, berarti hak-hak atas pemenuhan dalam perjanjian konsesi sudah sepakat akan diselesaikan,” tuturnya.
Maria menegaskan, seluruh aset-aset diserahkan semuanya kepada BP Batam.
“Jadi kita memberikans eluruh fasilitas aset kita untuk dioperasikan. Namun ada hal-hal atau lain-lainnya yang disepakati,” tuturnya.
Tentunya kata dia, setelah ada kesepakatan semua tidak ada masalah lagi.
“ATB kan sudah menyampaikan apabila hak-hak sudah dipenuhi ada hal-hal yang disepakati kita koopeartif dalam pengakhiran konsesi,” jelasnya.
“Jadi kalau hari ini ada berita penandatangan atau serah terima aset ini adalah akhir dari seluruh diskusi bahwa ada hal-hal kesepakatan yang akan diselesaikan oleh kedua belah pihak,” ujarnya.
Maria menjelaskan, total aset yang diserahkan kepada BP Batam hampir mencapai Rp 2 triliun.
“Yang paling penting adalah, kita memberikan seluruh fasilitas ini dalam keadaan berfungsi dengan baik untuk dioperasikan dan ada hal-hal yang disepakati kedua belah pihak akan tunduk dan mengikuti apa yang sudah disepakati,” ucapnya.
Saat ini kata dia, total pelanggan ATB hampir mencapai 290 ribu pelanggan. Sehingga pihaknya berharap, BP batam dapat menjalankan dengan baik pendistribusian air bersih kepada masyarakat Kota Batam.(esa)
