Kamis, 16 April 2026

Isdianto: Saya terbuka untuk semua umat

Berita Terkait

batampos.co.id – Gubernur non aktif Kepulauan Riau (Kepri) yang juga calon Gubernur Kepri, Isdianto, bersilahturahmi dengan Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kepri.

Pada kesempatna itu, Isdianto, menyatakan terbuka untuk semua umat.

”Selama ini saya sangat terbuka dengan siapa saja, termasuk umat Kristiani, sebab untuk memajukan wilayah ini, tidak bisa satu kelompok. Pemimpin harus menjalin kerjasama dengan semua kalangan,” kata Isdianto, di hadapan rombongan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) MUKI, Sabtu (14/11/2020).

Menanggapi pertanyaan dari Ketua DPW MUKI Johannes Tarigan, apakah ada hambatan dalam berkomunikasi dengan kalangan umat Kristiani, Isdianto menjelaskan, dirinya telah terbiasa bekerjasama dengan siapa saja.

”Saya menjamin tidak akan ada hambatan untuk menjalin kebersamaan, hari ini, maupun di waktu yang akan datang,” tegas Isdianto.

Pertemuan DPW MUKI bersama dirinya, menurut Isdianto, merupakan bukti tingginya perhatiannya terhadap umat Kristiani sebagai bagian dari masyarakat Kepri yang majemuk.

”Pertemuan dengan pimpinan MUKI sebagai salah satu representasi dari umat Kristen, menurut saya, merupakan langkah tepat untuk menyatukan kekuatan menuju keberhasilan,” ujarnya.

Di sisi lain, Johannes Tarigan mengapresiasi sikap dan tindakan Isdianto sebagai calon Gubernur Kepri.

Gubernur non aktif Kepulauan Riau (Kepri) yang juga calon Gubernur Kepri, Isdianto, bersilahturahmi dengan Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kepri. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

”Pak Isdianto menyatakan akan tetap membuka diri dan mudah diajak berkomunikasi. Ini sebuah sikap terpuji yang harus dijunjung tinggi bagi seorang pemimpin,” kata Johannes kepada pers.

MUKI, kata Johannes, telah merancang untuk bertemu dan tatap muka dengan ketiga calon Gubernur Kepri.

”Tetapi hari ini, Pak Isdianto lebih dahulu merespon keinginan MUKI. Sebab kami sebagai satu-satunya organisasi kemasyarakatan di kalangan Kristiani, merindukan sikap terbuka tersebut,” kata Johannes.

Dalam pertemuan dengan Calon Gubernur Kepri nomor urut 2 itu, Johannes didampingi pengurus DPW MUKI lainnya, seperti Yusak Hentrias, Parasian Simanungkalit, Hariani Lumban Tobing, serta sejumlah penasehat MUKI Kepri.

Dalam beberapa waktu yang akan datang, MUKI merencanakan pertemuan dengan calon Gubernur nomor urut 1 dan 3.

”Hari ini MUKI sudah bertemu dengan pihak Insani, dan selanjutnya kami masih menunggu informasi dari Cagub nomor 1 Sinergi, serta Cagub nomor 3 Aman,” kata Johannes.

Selain memperkenalkan diri bahwa MUKI merupakan satu-satunya ormas Kristen, dan baru berdiri selama 7 tahun, dalam pertemuan itu juga, MUKI menyatakan bahwa ormas tersebut, secara organisasi berada pada posisi netral.

”Organisasi harus netral, meski ada pengurus atau anggota yang memiliki pilihan politik sendiri-sendiri. Namun, kami sebagai pengurus, tentu perlu melihat komitmen dari para calon pemimpin,” kata Johannes.

Pentingnya pertemuan dengan calon gubernur, kata Johannes, sebab di tengah umat sebagai anggota masyarakat, nantinya pemimpin yang terpilih dalam Pilkada 2020 menjadi penentu dalam mengelola kekuasaan.

”Tentu harus dipertanyakan, apakah komitmen kebersamaan dan kesetaraan dijadikan pedoman dalam mengelola kekuasaan, hal itu yang menjadi perhatian kami,” jelasnya.(*)

Update