batampos.co.id – Sejumlah pengendara mulai mempertanyakan ketersediaan pertalite di berbagai SPBU di Batam.
Pasalnya, ada beberapa SPBU yang menghapus nama pompa dispenser pertalite dan diganti dengan pertamax 92.
Seperti yang terlihat di SPBU Kapital Raya, Batam Kota, sudah tak terlihat lagi menjual BBM jenis pertalite.
Hal itu membuat sejumlah pengendara mengeluh karena harus menggantinya dengan mengisi pertamax yang memiliki RON 92 dan harga lebih mahal.
Salah satu petugas di SPBU Kapital Raya yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, jika SPBU tersebut tak lagi menjual pertalite.
Nama di bagian atas pompa pengisian BBM yang sebelumnya tertulis pertalite, sudah diganti dengan pertamax 92.
”Tak ada lagi pertalite. Yang ada cuma pertamax turbo, pertamax 92 dan premium. Tapi hari ini premium kosong,” ujar petugas tersebut, seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.
Menurut dia, nama pertalite sudah dihilangkan sejak dua minggu lalu. Mengenai alasan pastinya, ia tak tahu.

”Dari SPBU-nya begitu. Kalau premium memang dibatasi, Rp 100 ribu untuk mobil dan Rp 50 ribu untuk roda dua,” terangnya .
Sementara itu, salah satu pengendara mobil, Agus, mengaku terpaksa mengisi kendaraanya dengan pertamax, karena tak ada lagi pertalite, apalagi premium.
Terlebih, setiap SPBU membatasi pengisian premium yakni Rp 100 ribu sekali isi.
”Pas akhir pekan premium selalu habis. Pertalite tak ada, jadi mau tak mau ya isi dengan pertamax,” ungkap Agus.
Perbedaan harga pertamax 92 dan pertalite cukup jauh. Jika pertalite biasanya dijual Rp 8 ribu per liter, pertamax RON 92 dijual Rp 9.400 per liter. Sementara pertamax turbo, dijual Rp 10.250 per liter.
”Harganya beda jauh, kalau untuk mobil terasa banget bedanya. Saya juga sempat dengar jika pertalite mau dihilangkan,” terang Agus.
Menurut dia, jika memang pertalite dihilangkan, harusnya pemerintah memberi solusi terbaik untuk masyarakat.
Salah satunya, tetap me nyuplai kuota premiun, sehingga masyarakat kelas menengah ke bawah tak kesulitan.
”Sudah tahu masyarakat susah, malah dibikin tambah susah. Kalau memang mau menghilangkan pertalite, harusnya kasih solusi terbaik,” ungkap Agus.
Hal senada disampaikan Dimas, pengendara lainnya saat mengisi BBM di SPBU KDA.
Ia mengaku terpaksa mengisi kendaraanya dengan pertamax karena pertalite habis.
”Pertalite tak ada, adanya pertamax saja. Ya mau tak mau isi dengan pertamax,” imbuh Dimas.
Menurut Dimas, hampir di semua SPBU di Batam mengalami kekosongan pertalite.
Hal itu tak hanya terjadi pada akhir pekan, namun juga pada hari biasa.
”Ada tulisan pertalite dalam pengisian, tapi pas ditunggu-tunggu tetap aja kosong,” keluh Dimas.
Sebelumnya, Pjs Communication, Relation & CSR Pertamina MOR I Sumbagut, Muhammad Mur, mengatakan, mengenai penghapusan pertalite tersebut dirinya belum bisa memberikan penjelasan terkait informasi itu.
”Terkait informasi tersebut saya belum dapat memberi penjelasan. Karena kami belum mendapat informasinya,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
