batampos.co.id – Kasus pembuangan bayi mencuat akhir-akhir ini. Terbaru pembuangan jasad bayi di depan pemakamam umum Sambau, Sabtu (14/11) lalu. Saat ini jajaran Polsek Nongsa masih memburu pelaku pembuangan jasad bayi tersebut.
Kapolsek Nongsa, AKP I Made Putra Hari, mengatakan, jajarannya masih mencari pelaku pembuangan bayi yang diperkirakan berumur lima jam tersebut. Pihaknya juga baru memeriksa satu orang saksi. “Tim masih berkeliling mencari pelaku pembuangan bayi,” katanya, Senin (16/11).
Adapun, satu saksi yang diperiksa tersebut, yakni orang yang pertama kali menemukan kantomng plastik berisi jasad bayi yang dicantolkan pada batang pohon. Hari mengaku, belum ada petunjuk lain terkait penemuan mayat bayi tersebut. “Saat ini mayatnya masih di RS Bhayangkara,” ungkapnya.
Terkait penemuan mayat bayi ini, Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial, mengatakan, dari pantauannya, setiap dua bulan sekali, selalu ada kasus pembuangan bayi.
“Saya sangat menyesalkan adanya kasus ini. Karena sering kali terjadi,” tuturnya.
Ia mengatakan, kasus pembuangan bayi merupakan kejahatan kemanusiaan. Namun, beberapa kasus yang terjadi di Batam, banyak yang belum dituntaskan. Ia berharap kepolisian memprioritaskan kasus penemuan bayi ini.
“Polisi harus all out (totalitas) cari informasi ini, sehingga dapat terbongkar,” ujarnya.
Kepada pemerintah daerah, Erry berharap, sosialisasi dilakukan semakin masif. Dinas Sosial harus bergerak turun, menyosialisasikan pembuangan bayi merupakan sebuah bentuk kejahatan. “Pencegahan dan penegakan hukum harus beriringan,” ungkapnya.
Erry meminta peran serta masyarakat, agar selalu meningkatkan pengawasan di lingkungan. Apabila ada hal-hal mencurigakan, dapat melaporkan ke pihak berwenang. (*/jpg)
