batampos.co.id – Pengembangan pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin) yang akan dimulai 2021 mendatang memiliki panjang 7,685 kilometer (km).

Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin, mengatakan, rapat kali ini merupakan tindak lanjut pengecekan lokasi beberapa waktu lalu.

Rapat tersebut lanjutnya dihadiri Forkopimda Kepri, Pemko Batam dan Pemkab Bintan.

“Sudah kita putuskan tinggi jembatan dari titik air maksimun air pasang 40 meter dan panjangnya 7,685 kilometer. Putusan-putusan di lapangan tentu saya harus sosialiasasikan ke Forkopimda,” ucap dia, Kamis (19/11/2020).

Pihaknya akan belajar dari pengalaman gagalnya proyek-proyek nasional di daerah lain dan akan membangun komunikasi dengan semua pihak.

“Sehingga sekecil apapun masalah kita akan kawal,” imbuh dia.

Sementara itu, Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, mengapresiasi upaya Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin, dalam mempercepat pengembangan pembangunan jembatan Babin.

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum (kanan) saat menghadiri rapat Forkopimda di Tanjung Pinang terkait pengembangan pembangunan jembatan Batam-Bintan. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Sekarang kami menunggu Pjs gubernur membentuk tim tingkat provinsi, akan diikuti tim yang sama di kabupaten dan kota yang sama dan akan bertugas memperkuat dan menjadi bagian tim yang dibentuk gubernur,” papar Syamsul.

Ia mengatakan, tim selanjutnya akan menginventarisir lahan-lahan yang ada di sekitar maupun yang ada di lokasi pembangunan proyek tersebut.

Kata dia, kawasan pembangunan jembatan Babin merupakan kawasan strategis tentu tak boleh sembarangan untuk dibangun.

“Sesuai dengan tata ruang. Sekarang agak mudah karena lahan sekitar adalah lahan industri. Industri ini mendukung terkait pembangunan Babin, jadi bisa menyatu,” katanya.

Syamsul mengatakan, pengembangan seiring pembangunan jembatan pasti akan diikuti dengan peningkatan jalan yang terhubung dengan jembatan tersebut.

Hal utama yang perlu dilakukan, lanjut Syamsul untuk peningkatan jalan akan dimulai dengan penertiban sekitar jalan.

“Saat pelebaran pasti ada penataan kawasan, kan kumuh ada penyimpanan barang bekas. Ini kan wajahnya kota Batam, maka perlu penertiban,” jelasnya.

“Mulai Bandara hingga ke jembatan akan menjadi jalan strategis utama, bisa jadi ke depan jalan ini menjadi jalan negara tidak lagi jalan provinsi,” katanya lagi.

Syamsul mengungkapkan setelah ini akan ada rapat koordinasi lebih lanjut.

“Nanti ada juga ada tim penetapan lokasi baik di Batam maupun Bintan. Akan satu SK dari gubernur,” ucap dia.(*/esa)