batampos.co.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri mengungkap kasus pencabulan anak (pedofil), Kamis (19/11). Pelaku, Rh, adalah pegawai honorer sebuah lembaga kesehatan di Batam.

Pengungkapan ini bermula dari penelusuran unit Cyber Crime Mabes Polri. Dari penelusuran itu, dibuatlah Laporan Polisi dengan nomor LP/A/0629/XI/2020/Bareskrim, tanggal 5 November 2020. Setelah ditelusuri video pornografi anak tersebut berasal dari Batam.

Bareskrim Mabes Polri bergerak mencari asal video dan berkoordinasi dengan Direskrimum Polda Kepri. Dari penelusuran tersebut, didapat informasi bahwa yang membuat video adalah Rh, salah seorang pegawai lepas badan kesehatan yang berkantor di Batam.

Selain menangkap Rh, polisi juga menyita tiga unit ponsel, satu unit laptop, flashdisk, dan memory card. Rh melakukan tindak pidana pornografi anak, lalu mendistribusikan dokumen elektronik yang memiliki muatan pelanggaran kesusilaan.

Pelaku diancam dengan Pasal 32 jo Pasal 6 atau Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 37 jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Ancaman pidananya penjara paling singkat enam bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250.000.000 dan paling banyak Rp 6.000.000.000.

Pelaku juga dijerat dengan Pasal 45 ayat satu jo Pasal 27 ayat satu Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancamannya dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri menemukan 450 koleksi konten pornografi anak setelah mengamankan Rh, pegawai honorer sebuah lembaga kesehatan di Batam, Kamis (19/11). Rh diamankan di mes pegawai di Jalan Marina City, Tanjunguncang, Batuaji, atas pencabulan yang ia lakukan pada anak-anak sejak 2018.

”Diduga korban dari pelaku Rh sudah banyak, tapi teridentifikasi baru dua orang, Et, 11, dan Mc, 9,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda, Kombes Arie Dharmanto, Jumat (20/11) di Mapolda Kepri.

Arie mengungkapkan, setiap kali pelaku mencabuli korbannya, dia membuat videonya dan mengunggahnya ke akun Google Drive miliknya. ”Pelaku ini melakukan tindak pidana pornografi anak. Tak hanya itu, konten video pornonya (dengan korban, red) didistribusikan ke media elektronik,” sebutnya.

Pihaknya masih menelusuri dugaan korban lainnya. Berhubung Rh menyimpan 450 konten pornografi anak. Namun ia membenarkan, dari 450 konten pornografi anak yang dikoleksi dan unggah Rh ke media elektronik, ada video dua korban terbarunya di Batam.(*/jpg)