batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Moch Bisri mengatakan saat terdapat 21 tenaga kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) Tanjungpinang dinyatakan positif Covid-19 pada Minggu (22/11) lalu.

Dijelaskannya, dari jumlah nakes yang positif itu, 19 diantaranya merupakan perawat dan 2 orang merupakan dokter.

“Dua dokter yang positif saat ini dirawat dan diisolasi, sementara perawat 12 orang dirawat dan 7 orang isolasi mandiri,” jelas Bisri.

Selain itu, ia mengutarakan, pihaknya juga masih menunggu hasil swab 6 dokter dan 50 tenaga perawat yang bertugas di RSUD RAT. Pihaknya mengharapkan, hasil swab tersebut menunjukkan hasil negatif, sehingga tidak mengganggu layanan kesehatan di rumah sakit.

”Untuk layanam IGD sementara ditutup, sampai dilakukan sterilisasi. Bagi menjaga pelayanan tetap jalan, tentu kami berharap nakes yang masih menunggu hasil swab, dikonfirmasi negatif,” harap Bisri.

Mengenai total nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kepri selama masa pandemi, pihaknya belum memiliki data lengkap untuk membagikannya. Namun demikian, data terakhir Ikatan Dokter Indonesia (IDI) total dokter di Kepri yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 43 orang, kemudian ditambah 2 orang menjadi 45 orang.

Sementara untuk data perawat, saat ini Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) masih melakukan pendataan. ”Iya karena luasnya area tugas perawat, kayaknya PPNI kesulitan, sehingga belum selesai pendataannya,” ujarnya.

Selain itu, Bisri mengatakan ada empat staf Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam terpapar Covid-19. Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan terkendalanya proses pengecekan hasil swab dari sejumlah daerah.

“Sekarang swab antrenya panjang, karena empat staf laboratorium BTKL Batam juga positif. Kondisi ini tertentu berpengaruh pada percepatan pemeriksaan hasil swab dari daerah-daerah,” ujarnya. (*/jpg)