batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam mengeluhkan bahan bakar minyak (BBM)jenis pertalite dan premium yang semakin sulit diperoleh. Dari beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sebagian besar sudah tidak lagi menjual BBM jenis premium serta kehabisan stok pertalite.

Sementara, sebagian SPBU yang masih menjual premium dan pertalite, juga mengalami kekosongan stok. Pantauan Harian Batam Pos, Senin (23/11), kekosongan BBM jenis pertalite terjadi di SPBU Coco dengan nomor seri 11.294.701, di Jalan Gajah Mada, Tiban. Sementara untuk BBM jenis premium, SPBU ini sudah lama menghentikan penjualannya.

Hal yang sama juga ditemui di SPBU dengan kode seri 14.294.739, Jalan Raja H. Fisabilillah atau tepatnya di Simpang Bundaran Madani, Batam Kota. SPBU ini menjual BBM jenis premium dan pertalite. Namun, stoknya juga habis. Kedua SPBU itu justru menjual BBM jenis pertamax dan beberapa jenis lainnya.

BBM jenis pertalite, baru dapat ditemukan di SPBU 14.294.718, Jalan Engku Putri, Batam Kota. Namun, untuk mendapatkan BBM jenis pertalite, pengendara harus antre panjang. Karena, di SPBU tersebut, hanya terdapat satu mesin dispenser.

Sementara untuk BBM jenis premium, di SPBU yang bersebelahan dengan Kantor Pertamina itu, mengalami kekosongan. Kondisi ini tentu sangat mengganggu warga, terlebih yang berpenghasilan rendah.

Herman harus berpikir dua kali sebelum mengisi bahan bakar sepeda motornya dengan BBM selain premium atau pertalite. Sebagai pengendara ojek online, Herman mengaku rugi jika harus mengisi bahan bakar jenis lain yang lebih mahal.

“Penghasilan sehari hari saja Rp 100 ribu. Kalau saya isi pertamax, mau berapa lagi yang harus saya bawa pulang untuk anak dan istri,” ujarnya saat ditemui di Batam Kota, Senin (23/11).

Herman mengatakan, mulai sulit mencari pertalite sejak awal November 2020 lalu. Sementara, untuk BBM jenis premium, sudah sejak dulu sulit didapat karena hanya ada beberapa SPBU yang masih menjual premium.

“Setahu saya yang masih jual premium itu di SPBU Batam Center, kemudian SPBU di Sukajadi, SPBU Batuampar dan kalau di Tiban itu SPBU Tiban Tiga. Itu pun sulit didapat. Tapi sekarang malah pertalite yang sulit,” ujarnya.

Senada dengan Rudi, Sandi juga kecewa dengan kelangkaan premium dan pertalite di Kota Batam. “Mungkin sengaja, ya, pelan-pelan mau dihapuskan,” tutur Sandi.

Sales Branch Manajer Pertamina Kepri, William Handoko, kepada Harian Batam Pos mengatakan bahwa pertalite merupakan BBM jenis Bahan Bakar Khusus (BBK). Sehingga untuk penyalurannya, tidak menggunakan kuota. “Pertalite tidak dikuota. Karena jenis BBK,” ujar William.

Sementara terkait dengan sulitnya BBM jenis pertalite didapatkan masyarakat, William hingga saat ini belum memberikan jawabannya. Penjabat sementara (pjs) Communication Relation & CSR MOR I Sumbagut, Muhammad Mur, saat dikonfirmasi mengenai kembali langkanya BBM jenis pertalite ini, belum memberikan jawaban. (*/jpg)