Jumat, 1 Mei 2026

Faktor Ekonomi jadi Alasan Masyarakat Enggan Tes Covid-19

Berita Terkait

batampos.co.id – Dalam mendeteksi penyebaran virus Covid-19, diperlukan adanya tes atau pengecekan infeksi terlebih dahulu. Pengecekan infeksi jadi salah satu langkah menekan laju penyebaran virus.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang enggan untuk mengikuti tes Covid-19. Tim Pakar Satgas Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku, Turro Wongkaren mengungkapkan, salah satu alasannya karena faktor ekonomi.

Sebagian masyarakat khawatir, apabila mereka positif maka tidak akan mendapatkan pemasukan. Oleh sebab itu, mereka mengurungkan niatnya untuk mengikuti tes Covid-19.

“Dia takut kalau di-testing kemudian hasilnya positif, bisa jadi dia nggak boleh masuk kantor. Ini khususnya untuk mereka yang di kalangan bawah sosial ekonominya. Mereka jadinya nggak bisa dapat uang makan, atau mereka enggak bisa kerja. Nanti kalau nggak kerja keluarga makan apa?” terang dia dalam siaran YouTube BNPB Indonesia, Selasa (24/11).

Di sisi lain, masyarakat juga masih dibingungkan dengan jenis pengecekan, misalnya rapid dan swab test. Kurangnya pengetahuan karena tidak adanya sosialisasi yang baik membuat masyarakat tidak mau dicek.

“Itu yang membuat masyarakat kemudian jadi agak ragu-ragu gitu,” tambahnya.

Masalah terakhir adalah terkait dengan kenyamanan dan keamanan. Tentunya pada saat melakukan testing, masyarakat perlu datang ke fasilitas kesehatan. Mereka justru khawatir akan tertular ketika harus mengantre lama di fasilitas kesehatan atau tempat pengecekan.

“Kalau seseorang itu harus ke rumah sakit, kemudian ia harus antre lama di tempat nunggunya itu, dia justru takut kena Covid-19 di situ (rumah sakit),” lanjutnya. Oleh karena itu, guna menekan penularan, masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.(jpg)

Update