batampos.co.id – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi bersamaan dengan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 menyerahkan Bantuan Subsidi Upah Guru non-PNS secara simbolis kepada lima orang perwakilan, masing-masing sebesar Rp 1,8 juta. Di mana anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 1,152 triliun untuk 745.415 guru, tenaga kependidikan hingga dosen non-PNS.

Menag menyampaikan, di masa pandemi ini guru memiliki peran besar untuk menjaga keberlangsungan bangsa. Ia pun mengapresiasi para guru yang telah berdedikasi tanpa henti selama pandemi Covid-19.

“Meskipun kondisi masyarakat sedang menghadapi pandemi covid-19, akan tetapi guru tetap menunjukkan baktinya kepada peserta didik, dan masyarakat dan negara,” kata Menag di kantornya, Rabu (25/11).


Dia mengatakan bahwa ini menjadi bagian ikhtiar bersama untuk terus melaksanakana amanah mencerdaskan bangsa. Medan yang sulit terbukti tidak menjadi halangan untuk menjalankan tugas mulia mendidik para penerus bangsa.

Dedikasi dan semangat guru untuk senantiasan menjaga keberlangsungan NKRI perlu terus dilakukan tanpa henti. “Hal ini sesuai dengan tema yang ditetapkan dalam Bakti Guru, Lindungi Negeri. Tema ini mengandung makna bahwa bakti para guru dari dulu sampai sekarang hingga di masa yang akan datang adalah dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi keberlangsungan negeri kita tercinta,” terang Fachrul.

Menag mengungkapkan, setiap peringatan HGN itu merupakan momentum betapa penting dan terhormatnya tugas guru dari masa ke masa. Menurutnya, sejak awal berdirinya bangsa Indonesia, guru telah memiliki peran besar dalam menjaga kebhinekaan yang ada di Indonesia.

“Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Di masa penjajahan guru selalu menanamkan semangat nasionalisme, patriotisme, dan sikap cinta tanah air,” tutur dia.

Terakhir, dia berpesan untuk guru dapat terus meningkatkan kualitas diri secara berkelanjutan, utamanya dalam penguasaaan dunia digital. “Dunia digital dengan media sosialnya telah menjadi candu bagi masyarakat kita, sehingga para guru dituntut untuk dapat memberikan bekal bagi peserta didik, untuk membentengi diri dari ekses-ekses negatif dunia digital tersebut,” tutupnya.(jpg)